Jalur Militer: CHINA

Nasionalisme Ganda Etnis China dan Hinaan Terhadap TNI

Seorang warga etnis China ikut dalam demonstrasi Mei 1998 untuk menjatuhkan rezim pemerintahan Presiden Soeharto. Tumbangnya Orde Baru menjadi momentum baru bagi pergerakan etnis China di Indonesia untuk masuk dalam seluruh lini kehidupan bangsa Indonesia, yang sebelumnya sangat dibatasi. (Foto: Istimewa)
“Hari ini baca, Sukanto Tanoto, dia bilang Indonesia cuma bapak angkatnya, bapak kandungnya China. Coba, dia lahir disini, gede disini, kawin disini, bisnis disini, ngemplang pajak juga disini. Begitu dia di Cina, dia bilang bapak angkat gue tuh Indonesia, bapak kandungnya China,"
JAKARTA -- Sejak era pemerintahan Presiden Joko widodo, banyak membawa angin perubahan di tengah masyarakat, salah satunya adalah mulai kembali timbul suara-suara ketidakpuasan, keresahan dan kebencian rakyat Indonesia pribumi terhadap warga etnis keturunan Cina. 

Keresahan rakyat pribumi Indonesia bukan tanpa alasan, pasalnya kini etnis Cina yang menguasai mayoritas kekayaan negara ini dianggap semakin semena-mena dan sering menghina maupun  melecehkan bangsa Indonesia, tempat dimana warga Cina itu mencari makan dan kehidupan.

Seperti halnya terjadi baru-baru ini, rakyat Indonesia dibuat gempar dengan pernyataan berani dan menghina yang dilakukan seorang konglomerat Cina pemilik The Royal Golden Eagle International Sukanto Tanoto. Pengusaha tajir keturunan Cina ini terang-terangan menghina Indonesia dengan menyebut NKRI tak lebih sebagai negara kedua dan negara persinggahan baginya.

Pernyataan Sukanto Tanoto bos besar Asian Agri yang pernah tersangkut kasus penggelapan pajak ini terekam saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina. Wawancara Sukanto Tanoto itu langsung ramai dibicarakan di tanah air dan menimbulkan kemarahan rakyat Indonesia.

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” ujar Sukanto Tanoto saat itu.

Tak ayal lagi pengakuan Sukanto Tanoto itu langsung menghebohkan tanah air, yang umumnya mengecam dan mempertanyakan kesetiaan dan nasionalisme Sukanto Tanoto kepada NKRI. 

Bahkan bukan hanya masyarakat umum, para tokoh nasional dan pejabat negara pun mengeluarkan komentar pedas mengecam pengusaha Cina itu, yang dianggap telah menginjak-injak harkat dan martabat serta kedaulatan Indonesia.
Sukanto Tanoto saat diwawancarai sebuah televisi Cina, yang menyebutkan Indonesia tak lebih hanya sebagai negara persinggahan baginya, dan Cina tetaplah ayah kandungnya.
Seperti disampaikan mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiqurrahman Ruki, yang menyinggung pernyataan pengusaha Sukanto Tanoto, yang menyebut Indonesia adalah ayah angkatnya atau negara persinggahan, sementara menganggap China sebagai ayah kandungnya.

“Hari ini baca, Sukanto Tanoto, dia bilang Indonesia cuma bapak angkatnya, bapak kandungnya China. Coba, dia lahir disini, gede disini, kawin disini, bisnis disini, ngemplang pajak juga disini. Begitu dia di Cina, dia bilang bapak angkat gue tuh Indonesia, bapak kandungnya China,” tuturnya, saat menghadiri Deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Dalam deklarasi itu turut hadir sejumlah tokoh nasinal. Diantaranya Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Irjen Pol (Purn) Mayjend TNI (Purn) Prijanto, KRT Permadi Satrio Wiwoho (Permadi), Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edi Purdjiatno, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana, Hatta Taliwang, Ferdinan Hutahaean, Lily Chodidjah Wahid, aktifis HAM Ratna Sarumpaet, Sasmito Hadinegoro, Marsda TNI (Purn) Amirullah Amin, Muhammad Rifki atau Eki Pitung, Lieus Sungkarisma dan Marwan Batubara.

Sebagai generasi yang lahirnya sama dengan kemerdekaan Republik Indonesia, Ruki mengajak seluruh komponen bangsa bergerak memperbaiki keadaan. Tidak lagi diam dan membiarkan Jakarta diubah seperti Singapura. Dimana penduduk aslinya, Melayu, cuma menjadi orang nomor dua.

“Masuk di Hong Kong kita dianggap kelas kuli, masuk di Arab didagangin, pergi ke Malaysia dianggap tukang kebon. Tidak punya lagi martabat, itu Indonesia. Anda mau? Jakarta mau jadi kayak Singapura. Gimana orang Melayu sekarang, paling banyak jadi tukang parkir, paling banyak jadi sopir taksi,” jelas dia.

Tak hanya Ruki, Anggota DPD, Gede Pasek Sardika meretweet berita, terkait pengakuan Sukanto Tanoto itu, dengan menambahkan komentar: "Manusia Model begini diberikan kekayaan di republik ini?"
Gubernur DKI Jakarta keturunan Cina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mengumpulkan para pengusaha Cina, untuk membantu program kerjanya. Sejak Ahok berkuasa, hampir semua kebijakan pemerintahannya lebih condong dan lebih mengutamakan para pengusaha dan etnis Cina. (Foto: Istimewa)
Sementara pakar Imam B Prasojo dalam akun facebooknya menshare video tersebut dan mempertanyakannya nasionalisme Sukanto Tanoto: INDONESIA HANYA SEKADAR "AYAH ANGKAT"?

Pengusaha Cina Merendahkan TNI

Sikap hampir sama juga dilakukan pengusaha Cina, Tommy Winata, yang menyebut TNI lebih rendah dibandingkan Satuan Pengamanan (Satpam). Peristiwa itu terjadi ketika Tommy Winata berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta keturunan Cina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tentang reklamasi Pantai Utara Jakarta. 

Tommy Winata pamer kepada Ahok bahwa ia memiliki kedekatan dengan mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dengan menceritakan kehebatan Satpam Tommy Winata yang mampu menjaga hutan di pulau pribadinya seluas 60.000 di kepulauan seribu.

"Jumlah satpam saya yang menjaga hutan tersebut sebanyak 300 orang yang dipersenjatai, hasilnya hutan utuh, sedangkan Panglima TNI punya tentara 2 batalyon menjaga 60.000 hektar hutan, hasilnya gundul semua," kata Tommy Winata saat itu.

Bukan hanya itu, bahkan Tommy Winata terang-terangan akan membunuh siapapun warga Indonesia yang berani mengganggu dan mengusik dirinya maupun property kekayaannya. Hal ini diakuinya disampaikan langsung Tommy Winata ketika ia berbicara di depan Panglima TNI dan Kapolda.

Tommy Winata mengatakan telah memerintahkan seluruh anak buahnya, wajib Membunuh jika ada orang yang ingin menyerang maupun mengganggu dirinya, oleh karena itu anak buahnya dilengkapi dengan senjata laras pendek berpeluru Tajam, bahkan senjata itu lebih canggih daripada yang dimiliki pasukan kepolisian sekalipun.

Mendengar komentar Tommy Winata tersebut, Sambil tertawa Gubernur Ahok meminta Tommy Winata untuk membantunya dengan memerintahkan anak buahnya yang bersenjata itu untuk membasmi pedagang kaki lima yang berjualan di lapangan Monas. Saat ini, setidaknya rekaman percapakan Ahok dan Tommy Winata itu telah tersebar ke sejumlah media sosial.

Etnis China dan Nasionalisme Semu

Terkait peristiwa ini, sejumlah pakar dan tokoh nasional meyakini, semakin berani dan tidak beradabnya sikap yang ditunjukkan pengusaha Cina saat ini tak lepas dari faktor penguasa. Seperti diketahui bahwa naiknya Presiden Joko Widodo menduduki kursi RI-1 tak lepas dari bantuan dana dan dukungan dari para pengusaha dan konglomerat Cina.
Pengusaha Cina, Tommy Winata saat bersama Gubernur Ahok. (foto: Youtube)

Terlibat Aksi Spionase, Perusahaan Ponsel China Dilarang Masuk Amerika

Dua vendor mobile raksasa asal China, yakni Huawei dan ZTE, dilarang masuk Amerika Serikat, karena dicurigai menjadi agen spionase pemerintah China. Larangan juga datang dari sejumlah negara lainnya, yang menganggap, dua vendor itu telah menjadikan teknologi mereka sebagai sarana memata-matai musuh China. (Foto: istimewa)

China Nyatakan Siap Perang Hadapi Amerika di Laut China Selatan

Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri sebuah parade militer angkatan perang China. (Foto: Istimewa)
"Amerika diharapkan untuk melakukan lebih banyak latihan kebebasan navigasi di wilayah Laut Cina Selatan, dan karena itu tidak mengakui hak Beijing terhadap pulau buatan, seperti Mischief Reef, mungkin akan ada lebih banyak gesekan militer antara kedua negara di sana,"
BEIJING -- Presiden China Xi Jinping memberikan komando kepada seluruh tentara negeri tirai bambu tersebut untuk selalu siap berperang dalam situasi apapun. Terutama terkait mengenai ekspansi militer China di kawasan Laut China Selatan (LCS).

Jinping mengingatkan agar militer China selalu memantau LCS dengan ketat, terutama untuk mengetahui pergerakan militer negara-negara yang terlibat konflik dikawasan tersebut seperti Taiwan, Vietnam, Filipina dan ikut campurnya kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di perairan kaya minyak tersebut.

"Ini perlu untuk memperkuat misi dan berkonsentrasi bersiap untuk berperang. Kami perlu mempertimbangkan semua situasi rumit dan membuat rencana darurat dengan tepat. Kami harus meningkatkan latihan kesiapan tempur, latihan bersama dan latihan konfrontatif untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan persiapan untuk perang," kata Jinping, dikutip dari New Zealand Herald, Minggu (28/10/2018).

Kunjungan Jinping ke komando militer adalah salah satu dari beberapa yang dia buat selama perjalanan empat hari ke provinsi selatan China yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan di tengah perlambatan ekonomi, dan perdagangan yang berkembang dan sengketa strategis dengan Amerika.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Menteri Penasihat Umum Chin dan Menteri Pertahanan Wei Fenghe mengatakan negara itu tidak akan pernah menyerahkan satu bagian dari wilayahnya, terutama terkait bantuan militer AS kepada Taiwan yang ingin melepaskan diri dari China daratan.

Salah satu misi utama dari Komando Militer Selatan China adalah mengawasi Laut Cina Selatan. Ini adalah area di mana ketegangan dan aktivitas militer yang melibatkan China, AS, dan kekuatan lainnya telah tumbuh dengan terus menerus.

Awal bulan ini, sebuah kapal perusak China hampir bertabrakan dengan kapal perang AS di perairan yang disengketakan setelah melakukan apa yang digambarkan AS sebagai manuver "berbahaya dan tidak profesional" dalam upaya untuk memperingatkannya agar meninggalkan daerah itu.

Pengamat militer mengatakan komentar Jinping kemungkinan besar dimaksudkan untuk meningkatkan semangat dan menegaskan kembali klaim teritorial Beijing di Laut Cina Selatan.

Kapal induk China, Liaoning, saat berpatroli di kawasan Laut China Selatan. (Foto: scmp.com)

Inilah Fakta Sejarah Pengkhianatan Etnis China di Indonesia

Anggota Pau An Tui dilatih menembak oleh anggota KNIL, Oktober 1947.(Foto: gahetna.nl)
"Melihat fakta-fakta ini, saya bertanya-tanya mengapa Pao An Tui itu kemudian dijadikan pahlawan dan harus diagung-agungkan. Ingat Jenderal-jenderal Spoor dulu saja tak mau merangkulnya. Bahkan, Syahrir pun yang sempat mau merangkul mereka, tiba-tiba membatalan keputusannya,"
JAKARTA -- Peresmian Monumen Laskar China oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuat masyarakat Indonesia yang memahami sejarah kembali terusik dengan beberapa fakta sejarah yang ada. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mengetahui jadi bertanya-tanya apa itu laskar China?

Banyak pengamat, golongan masyarakat dan sejarahwan yang menolak pendirian monumen laskar China karena ada unsur pemutarbalikkan sejarah dalam memahami kontribusi etnis China bagi kemerdekaan Indonesia.

Salah satu yang paling terkenal dan membekas dalam pergolakan kaum China di Indonesia adalah pengkhianatan laskar Po An Tui kepada Republik Indonesia yang saat itu benar-benar berada di titik nadir eksistensi memperjuangkan kemerdekaan.

"Pao An Tui adalah sisi kelam masyarakat Cina di era awal kemerdekaan Indonesia," kata Teguh, Wartawan Republika. Teguh mengatakan tidak tahu persis mengapa ada pejabat tinggi negara bersedia meresmikan monumen Laskar China di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sebab, ada milisi bersenjata, yakni Pao An Tui, yang bercitra buruk di mata rakyat Indonesia.

Laskar Po An Tui, adalah satuan bersenjata orang-orang Cina di Indonesia yang loyal kepada Belanda. Tugas laskar Po An Tui selain menjadi mata-mata juga untuk meneror pejuang pribumi. Kehadiran serta sepak terjangnya yang terkenal kejam menjadi salah satu penyebab pejuang membenci etnis Cina dan etnis Cina pun antipati terhadap para pejuang.

Sebagai mata-mata, anggota laskar Po An Tui selalu mengamati kegiatan para pejuang. Akibatnya gerak-gerik dan markas pejuang dapat diketahui. Setelah markas para pejuang diketahui, Belanda melakukan serangan gabungan dengan Inggris terhadap markas para pejuang.

Peresmian Monumen Laskar Cina oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di TMII. Peresmian Monumen Laskar Cina di Taman Mini Indonesia Indah seperti membuka luka lama bagi banyak kalangan. Hingga kini banyak golongan masyarakat dan pelaku sejarah yang meminta monumen Cina tersebut untuk dihancurkan. (Foto: istimewa)
Poh An Tui juga bertugas mengambil upeti dari petani-petani pribumi, memeras rakyat pribumi untuk diambil kekayaan dan disetorkan ke Belanda, bahkan mereka akan membunuh kalau ada pribumi yang menantang. Aksi Po An Tui bahkan lebih kejam dibanding dengan tentara Belanda.

Poh An Tui juga memusuhi sesama warga etnis Cina muslim. Jika ada China warga masuk Islam mereka aniaya, jika ada China anti-Belanda maka akan dimusuhi. Poh An Tui menganggap China muslim adalah pengkhianat dari golongan mereka yang harus diperangi seperti kaum pribumi lainnya.

Dalam sejarahnya, Poh An Tui juga selalu berkhianat. Saat Belanda pergi dari Indonesia Poh An Tui ikut Jepang, begitu Jepang hengkang dari Indonesia mereka ikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat pemberontakan PKI mereka ikut PKI, mereka ikut membunuh para ulama, mereka bunuh Kyai, dan mereka bunuh masyarakat pribumi.

Pao An Tui tidak punya jasa sama sekali dalam perjuangan Indonesia. Organisasi ini adalah simbol oportunistik Tionghoa Indonesia, yang hanya sibuk menjaga properti ketimbang membantu Indonesia memerdekakan diri. Mereka tidak peduli siapa yang akan berkuasa; Belanda atau Indonesia, yang penting properti usaha selamat.

"Melihat fakta-fakta ini, saya bertanya-tanya mengapa Pao An Tui itu kemudian dijadikan pahlawan dan harus diagung-agungkan. Ingat Jenderal-jenderal Spoor dulu saja tak mau merangkulnya. Bahkan, Syahrir pun yang sempat mau merangkul mereka, tiba-tiba membatalkan keputusannya," kata Teguh.

Pau An Tui Berdiri di Berbagai Kota

Laskar Po An Tui atau Pau An Tui (PAT), adalah sebuah milisi yang dibentuk secara 'nasional' sekitar pertengahan 1947 oleh kolonial Belanda. Pasukan ini dulu dilatih dan dipersenjatai oleh tentara Belanda (KNIL) di Cimahi, Jawa Barat.

PAT Jakarta dan seksi-seksinya di Bandung, Karawang, Sukabumi, Djatibarang, Cirebon, dikomandoi oleh Chung Hua Tsung Hui, organisasi Tionghoa pro nasionalis Kuomintang pimpinan Ciang Kai Sek. Pembentukannya dibantu Konsul Jenderal Cina di Jakarta.

Latihan perang laskar China, Pao An Tui yang anti Republik Indonesia. (Foto: gahetna.nl)
Organisasi yang dibentuk oleh Chung Hua Hui merupakan wadah berkumpulnya para tuan tanah kaya yang menjadi anak emas Belanda selama sekian ratus tahun, yang pro NICA. Informasi menyebutkan Pao An Tui Tangerang berniat mendirikan negara Capitanate of Tangerang. Laskar Po An Tui tidak hanya terdapat di Jakarta, tapi juga di Medan, Surabaya dan kota-kota lainnya.

Di tahun 1945, begitu Bung Karno dan Bung Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia, Poh An Tui di Sumatera Utara memberontak. China-china di kota Medan angkat senjata tidak mau bergabung dengan NKRI. 


Di wilayah Balaraja Tangerang, Poh An Tui juga memberontak tidak mau bergabung dengan NKRI, akhirnya umat Islam marah terjadi perang di Balaraja, laskar China dibunuh oleh masyarakat.

Di Bandung, laskar Po An Tui aktif membantu NICA (Nederland Indische Civil Administration) menebar teror terhadap para pejuang, seperti pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan penjarahan. Teror itu bertujuan agar pribumi segera pindah ke Bandung Selatan dan tidak mendukung RI.

Pao An Tui di Kota Surabaya juga terlibat membantu NICA dalam perang 10 November (lihat penelitian Andjarwati Noorhidajah yang terangkum dalam buku Tionghoa di Surabaya, serta memoir Soemarsono, komandan Pemuda Rakyat).

Pengkhianatan yang dilakukan warga etnis China tersebut membuat bung Tomo marah dan mengobarkan semangat anti-Tionghoa. Akibatnya, terjadi pembantaian masyarakat Tionghoa di Medan, Tangerang, Bagan Siapi-api, dan kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Keterlibatan Pao An Tui Surabaya membantu NICA inilah yang diingkari banyak sejarawan masyarakat Tionghoa Indonesia. Pengingkaran itu terjadi sejak awal. Buktinya, ketika masyarakat Tionghoa Medan berupaya melindungi diri, mereka membentuk Pao An Tui dan meminta Jenderal TED Kelly, komandan pasukan Inggris, mempersenjatai mereka.

Membantu Pelarian Westerling dan Pasokan Senjata dari Jenderal Spoor

Poh An Tui juga bersekutu dengan Westerling, yang telah membantai puluhan ribu warga pribumi di Sulawesi. Setelah melakukan pembantaian di Makassar, Westeling melarikan diri ke Jakarta dan Jawa Barat dan ia dikejar oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di Jawa, Westerling menebar teror di Bandung dan berniat membunuh Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Anggota Pau An Tui dilatih menembak oleh anggota KNIL, Oktober 1947.(Foto: gahetna.nl)

China Klaim Berhasil Ciptakan Rudal Supersonik yang Mampu Kalahkan India

Rudal CX-1 buatan China. Kini China mengklaim berhasil menciptakan rudal jelajah lainnya yang dinamak HD-1. Tidak seperti rudal supersonik lainnya, HD-1 diklaim hanya membutuhkan lebih sedikit bahan bakar dan terbang lebih cepat dan lebih jauh. (Foto: siasat.com)
"Rudal BrahMos adalah rudal jelajah supersonik yang lebih mahal dan kurang berguna yang dikembangkan oleh India dan Rusia."
BEIJING -- Produsen senjata China, Guangdong Hongda Blasting Company mengklaim telah berhasil menguji coba peluncuran rudal jelajah supersonik HD-1. Senjata ini diklaim akan mampu mengalahkan rudal supersonik BrahMos India. Ujicoba peluncuran rudal jelajah tersebut dilakukan pada pada 15 Oktober lalu, di sebuah lokasi rahasia di China utara.

"Semua parameter untuk penerbangan mencapai perkiraan tujuannya," bunyi pernyataan perusahaan tersebut yang dikutip Global Times, Kamis (18/10/2018).

Perusahaan tidak mengungkapkan rincian tambahan tentang tes atau spesifikasi dari rudal supersonik itu. Uji peluncuran senjata tersebut bertujuan untuk memverifikasi sistem peluncuran, daya, dan kontrol penerbangan HD-1.

rudal jelajah supersonik HD-1  menggunakan teknologi ramjet yang berbahan bakar padat canggih. Senjata itu diklaim akan tersedia untuk pelanggan internasional dalam varian peluncuran berbasis udara, darat, dan laut.

Hongda mengatakan pihaknya secara independen berinvestasi untuk mengembangkan rudal HD-1 tersebut. Total investasi untuk HD-1 diperkirakan mencapai 1,3 miliar yuan atau sekitar Rp2,8 triliun

"Bahan bakar padat HD-1 yang canggih membutuhkan lebih sedikit bahan bakar dibandingkan pesaingnya, menjadikan rudal yang lebih ringan dapat terbang lebih cepat dan lebih jauh. Penerbangan menunjukkan bahwa komponen inti HD-1 sekarang telah matang, dengan desain aerodinamisnya, material dan struktur keseluruhan sudah terbukti layak," kata Wei Dongxu, seorang analis militer yang berbasis di Beijing.

Didirikan pada tahun 1988, Hongda adalah perusahaan pertambangan yang berbasis di Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong China Selatan yang juga memproduksi peralatan peledakan dan militer. Saat ini, perusahaan tersebut sedang menunggu keluarnya ijin lisensi ekspor dari pemerintah China untuk menjual senjata dan melakukan produksi serial.

Rudal jelajah supersonik Brahmos hasil buatan patungan antara India dengan Rusia. (Foto: Sputniknews.com)

Tenaga Kerja Asal China Kibarkan Bendera RRC di Ternate

Bendera Republik Rakyat China (RRC) yang berkibar di Smelther PT Wanatiara Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara.
"Sementara itu, kebanyakan tenaga kerja Indonesia di luar negeri saat ini bukan tenaga kerja yang terlatih atau bersertifikat, sehingga tidak termasuk dalam perjanjian Asean,"
TERNATE -- Berita mengejutkan datang dari Ternate, Maluku Utara, Anggota Intel Pangkalan TNI AL Ternate, Sertu Agung Priyanoro menurunkan bendera Republik Rakyat China (RRC) yang berkibar di Smelther PT Wanatiara Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara.

Sebelumnya pada Jumat 25 November, Gubernur Maluku Utara dan perwakilan Forkompimda Maluku Utara dengan menggunakan KM Sumber Raya 04 akan merapat menuju Pulau Obi untuk meresmikan Smelther PT Wanatiara Persada. 

Disaat KM Sumber Raya 04 merapat ada informasi tentang pengibaran China yang posisinya sejajar dengan Bendera Merah Putih namun ukurannya lebih besar.

Saat KM Sumber Raya 04 merapat sudah terjadi insiden dan ketegangan saat sejumlah wartawan yang tiba dahulu di Pulau Obi hendak menurunkan bendera China. Namun hal itu dicegah karyawan lapangan (warga China) PT Wanatiara Persada dan Kapolres Halsel dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan.

Lalu Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara. Sampai di lokasi bendera China yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada.

Namun bendera China di dermaga masih belum diturunkan lalu Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan menurunkan bendera China tersebut.
Pekerja asal China akhirnya menurunkan bendera RRC setelah aparat keamanan TNI mendatangi lokasi kejadian.
Pengibaran bendera China tersebut dinilai menyalahi aturan karena pertama, melanggar Undang-undang No 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara. Kedua, bendera China tersebut dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia. 

Ketiga, ukuran bendera China tersebut lebih besar dibandingkan dengan Bendera Merah Putih selain itu dikibarkan di tempat umum.

Pengamat: 400 Juta Pengangguran China Akan Menyerbu Indonesia

Dalam acara penutupan Konferensi Internasional Federasi Asosiasi Ekonomi Asean (Federation of Asean Economic Association/FAEA) ke-41 di Yogyakarta, Jumat (25/11/2016), Ekonom Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Dr. Aviliani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Dr Aviliani (kiri) menjelaskan mengenai eksodus 400 juta pengangguran China ke Indonesia. Menurutnya, saat ini di negara China terdapat 400 juta pengangguran yang bisa menjadi ancaman, karena mereka mengarah untuk bekerja ke Indonesia. 

Apalagi, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia itu adalah tenaga kerja terlatih atau terampil (skilled labor). Sedangkan tenaga kerja Indonesia yang ke luar negeri mayoritas bukan yang terlatih.

Ancaman masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia, lanjut Aviliani, menjadi ancaman yang nyata, karena ke depan perusahaan luar negeri yang masuk menjadi investor di Indonesia sudah satu paket, yaitu investasi dan tenaga kerja.
Ekonom Institut Pertanian Bogor, Dr. Aviliani (kiri)

Militer China Sebar Kapal Selam Nuklir di Kawasan Laut China Selatan

Kapal selam class Jin, Angkatan Laut China, yang menampung 12 rudal balistik Jl-2 berhulu ledak nuklir. China menyatakan menolak keputusan Mahkamah Arbitrase internasional yang tidak mengakuia klaim China di Laut China Selatan. Militer China menyatakan siap memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan sengketa tersebut. (Foto: Istimewa)
"China telah melanggar hak kedaulatan Filipina di zona ekonomi eksklusifnya dengan cara melakukan penangkapan ikan dan eksplorasi minyak, membangun pulau buatan dan tidak melarang nelayan China bekerja di zona tersebut,"
BEIJING -- Republik Rakyat China (RRC) sepertinya akan benar-benar mengerahkan seluruh kekuatan mereka demi memenuhi ambisinya untuk menguasai seluruh kawasan di Laut China Selatan (LCS)

Walau Filipina ingin menyeret China ke Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, untuk menentukan legalitas klaim China di LCS, tapi sepertinya negeri tirai bambu itu tak gentar. China kini justru semakin memperkuat armada militernya di kawasan kaya minyak tersebut.

Militer China menyatakan siap untuk mengirim kapal selam bersenjata rudal nuklir ke Samudera Pasifik dan Laut China Selatan. Langkah itu untuk melawan sistem senjata baru Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan yang dianggap mengancam Beijing.

Para pejabat militer China yang dikonfirmasi The Guardian pada Kamis (26/5/16) tidak menentukan waktu patroli kapal selam berudal nuklir itu. Hanya saja mereka menegaskan bahwa langkah itu tidak terelakkan.

China mendirikan sejumlah pulau buatan di Laut Cina Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, elemen krusial bagi motivasi Cina untuk mendirikan pulau-pulau buatan terletak di bawah permukaan laut.
Rombongan armada kapal selam nuklir dan kapal perang Angkatan Laut China yang dikerahkan di Laut China Selatan. (Foto: Istimewa)
Pembangunan pulau-pulau buatan di Laut Cina Selatan sejatinya punya dua fungsi, yakni memperkuat klaim kedaulatan Cina dan menjadi wadah keberadaan Cina di ranah militer dan sipil. China berdalih bahwa pulau-pulau buatan tak hanya penting bagi sistem pertahanan, tapi juga kepentingan publik.

Di Pulau Fiery Cross, China telah membangun mercusuar dan sebuah rumah sakit. Di masa mendatang bukan tidak mungkin Cina akan menempatkan kantor administratif pemerintahan di sana.

Kekhawatiran Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan rentannya strategi penggentar berkekuatan nuklir di daratan dan kemampuan meluncurkan serangan balasan kedua telah mendorong China untuk menempatkan beberapa hulu ledak nuklirnya di dalam kapal selam.

Dua tahun lalu, China mengerahkan kapal selam yang menampung 12 rudal balistik Jl-2 berhulu ledak nuklir untuk pertama kali. Bertolak dari pangkalan militer dekat Sanya, di ujung selatan Pulau Hainan, kapal selam tersebut kini berpatroli di kedalaman Laut Cina Selatan. 

Pemerintah Cina mengeluarkan peta kawasan sembilan garis putus-putus atau nine-dashed lines yang mencakup sekitar 90% dari 3,5 juta kilometer persegi perairan Laut Cina Selatan. Untuk mewujudkan klaim tersebut, kapal selam China harus mampu meluncur dari pangkalan militer di Hainan dan melintasi Laut Cina Selatan ke Samudera Pasifik tanpa terdeteksi, hal ini untuk membendung armada militer Amerika Serikat yang saat ini sudah mulai memperkuat kehadirannya di Laut China Selatan.
Peta penyebaran kapal selam nuklir di Laut China Selatan, serta kemungkinan akses yang dilalui kapal selam nuklir China menuju Pasifik yang menjadi basis pertahanan Amerika Serikat. (Gambar: istimewa)
Departemen Pertahanan AS meyakini patroli kapal selam China akan bisa menembus Samudera Pasifik tahun ini, yang dianggap dapat mengancam basis militer Amerika Serikat di Guam dan Hawai.

Sebagian besar perairan bagian selatan China agak dangkal, dengan kedalaman di bawah 100 meter. Akan tetapi, di perairan yang tercakup dalam wilayah yang diklaim China di Laut China Selatan, landas kontinennya mencapai kedalaman 4.000 meter, cocok bagi persembunyian kapal selam.

Itulah sebabnya sejumlah pakar meyakini perairan dalam di Laut Cina Selatan, ditambah upaya China menangkal kapal selam asing di sana, amat mungkin menjadi basis kapal selam China pada masa mendatang.

China telah bekerja pada teknologi kapal selam rudal balistik selama lebih dari tiga dekade, namun penyebaran yang nyata telah tertunda oleh kegagalan teknis, persaingan institusional dan keputusan kebijakan pemerintah.

China Tidak Akui Keputusan Mahkamah Arbitrase

Beijing bereaksi keras setelah menolak keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) di Den Haag, Belanda, Selasa (12/7/16). PCA menutuskan bahwa China telah melanggar kedaulatan Filipina di Laut China Selatan.

Rakyat Filipina dengan dibantu tentara, berusaha menancapkan sebuah bendera Filipina di kawasan karang yang ingin dikuasai oleh militer China, di Laut China Selatan. (Foto: Istimewa)
"China telah melanggar hak kedaulatan Filipina di zona ekonomi eksklusifnya dengan cara melakukan penangkapan ikan dan eksplorasi minyak, membangun pulau buatan dan tidak melarang nelayan China bekerja di zona tersebut," kata PCA dalam sebuah pernyataan.

Beijing justru menganggap angin lalu keputusan itu. Kementerian Luar Negeri China mengatakan, pemerintahnya tidak menerima dan takkan mengakui keputusan tersebut.

"China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan wilayah, hak maritim, dan kepentingannya," kata Partai Komunis China di halaman depan People's Daily, Rabu.

Beijing bahkan menuding para hakim PCA telah disumpali dengan uang oleh Filipina dan juga memojokkan PCA sebagai “boneka” dari kekuatan eksternal.

Dalam pernyataan, Rabu, Beijing mengatakan, klaim kedaulatan Filipina tak berdasar (baseless). Filipina telah melecehkan dan menyerang kapal-kapal China di Kepulauan Spratly.

Pulau buatan yang dibangun China dengan cara menimbun jejeran pulau-pulau kecil berkarang di kawasan Laut China Selatan. Pulau buatan itu kini dijadikan China sebagai pangkalan militer mereka di kawasan tersebut.

China dan Amerika Bisa Picu Perang Nuklir di Kawasan Laut China Selatan

Kapal perang destroyer Amerika Serikat berkemampuan nuklir, di Laut China Selatan. Ambisi China untuk menguasai seluruh kawasan Laut China Selatan berpotensi terjadinya perang nuklir antara China dan Amerika Serikat, yang kini ikut campur dalam konflik tersebut. Kedua negara pemilik senjata pemusnah massal tersebut sama-sama mulai mengeluarkan senjata dan armada perang tercanggih mereka. (Foto: Istimewa)
”Karena SSBNs (kapal selam rudal nuklir) China berada di Laut China Selatan, Angkatan Laut AS akan mencoba untuk mengirim kapal mata-mata di sana dan mendekat dengan SSBNs. Angkatan Laut China membenci itu dan akan mencoba untuk mendorong mereka pergi,”
BEIJING -- Ikut campurnya negara adidaya Amerika Serikat dalam konflik teritori di Laut China Selatan menimbulkan potensi terjadinya perang nuklir antara militer China dan AS. Kedua negara yang memiliki senjata pemusnah massal tersebut kini sama-sama mulai mengeluarkan senjata dan armada perang tercanggih mereka di Laut China Selatan.

Salah satu contoh gesekan yang terjadi yakni, saat sebuah pesawat mata-mata AS dan dua jet tempur China nyaris bertabrakan di wilayah yang berjarak 50 mil dari pulau Hainan, di mana empat  kapal selam Jin-Class dengan rudal balistik disiagakan. Kapal selama kelima sedang dalam proses pembangunan.

Menurut Profesor Wu Riqiang dari School of International Studies di Renmin University, Beijing, angkatan laut AS dan China semakin berdekatan di kawasan pulau-pulau yang disengketakan. Menurutnya, potensi bentrok di antara dua kubu bisa saja terjadi jika kapal selam beroperasi.

”Karena SSBNs (kapal selam rudal nuklir) China berada di Laut China Selatan, Angkatan Laut AS akan mencoba untuk mengirim kapal mata-mata di sana dan mendekat dengan SSBNs. Angkatan Laut China membenci itu dan akan mencoba untuk mendorong mereka pergi,” kata Wu.

Kemampuan dari Kapal selam Type 094 Kelas Jin, menurut beberapa analisis dapat menjangkau daratan AS jika terjadi perang antara kedua Negara. Perbandikan kekuatan militer Cina dan kekuatan militer Cina memang masih sangat jauh.
China membangun pangkalan militer dengan menimbun dan mereklamasi pulau-pulau karang yang banyak bertebaran di Laut China Selatan. Meski mendapat penolakan dan kecaman dari dunia internasional, China tak bergeming dan kini mulai memindahkan armada perangnya ke pulau buatan tersebut.
Namun, militer Cina tidak berhenti untuk meningkatkan kemampuan militernya, bahkan militer Cina telah berhasil menciptakan kapal selam berpeluru kendali agar dapat mencapai daratan AS dengan jangakauan 8000 km.

Seperti laporan yang telah dilansir oleh media pertahanan memperkirakan tiga kapal selam selam rudal balistik PLA Angkatan Laut tipe 094 kelas Jin dan dua Jenis 093 Shang-kelas yang saat ini ditempatkan di Sanya, Armada Laut Selatan PLA di provinsi selatan Pulau Hainan.Lokasi ini sangat strategis dan yang paling dekat untuk penyebaran ke Laut Cina Selatan.

Sebuah serangan rudal Cina bisa mencapai sejauh Australia jika diluncurkan dari perairan Laut Cina Selatan. Serangan serupa menargetkan pantai barat AS akan tetap sangat sulit, kata laporan itu. 

Untuk menyerang Los Angeles, kapal selam Jin-kelas harus menembakan rudal JL-2 dari dua pulau yang membentang dari Honshu ke Nugini. Namun, hal ini akan sangat mungkin jika kapal selam Jenis 094 memasuki wilayah ini akan mudah terdeteksi oleh pesawat patroli P-8A Angkatan Laut AS, kata laporan itu.

Kapal selam Type 094 Kelas Jin adalah salah satu kelas baru dari kapal selam peluru kendali balistik yang dibangunkan untuk Angkatan Laut Tentera Pembebasan Rakyat China. Untuk Kapal pertama jenis kapal selam ini telah bangun di Limbungan Huludao, Wilayah Liaoning dan diluncurkan pada bulan Juli 2004. Sekurang-kurang dua kapal selam kelas ini telah sah dioperasikan.
Kapal selam kelas JIN Angkatan Laut China, yang memiliki kemampuan nuklir di Laut China Selatan. (Foto: Istimewa)
Sebuah gambar yang diambil dari sebuah satelit pada akhir tahun 2006 menangkap gambar dari sebuah gambar kapal selam jenis jin yang sedang berlabuh di Pangkalan Kapal Selam Xiaopingdao. Kapal selam type 04 ini telah di upgrade dan lebih panjang dari Type 092 dari panjang 122 kepada.

Kapal selam jenis 094 kelas jin ini mampu membawa 12 buah Rudal kendali JL-2 dengan jarak kira-kira 8,000 km. Type 094 dinyakini oleh beberapa analisis Barat merupakan kombinasi dari teknologi-teknologi Rusia yang akan menggantikan.

Konflik Semakin Memanas
 
Pada awal 2009, sejumlah kapal nelayan Cina berupaya memotong kabel penghubung peralatan sonar yang ditarik kapal pemantau AS, USNS Impeccable, di lepas pantai Pulau Hainan. Kemudian, pada akhir 2009, kapal selam Cina menghantam peralatan sonar bawah laut yang ditarik kapal perang AS, USS John McCain, di Subic Bay, lepas pantai Filipina.

Baru-baru ini, Cina meluncurkan kapal fregat tipe 056A, Quijing, yang memiliki peralatan pemburu kapal selam asing. Kapal ini akan ditempatkan di Laut Cina Selatan.

Seperti era Perang Dingin, tatkala AS dan para sekutunya menciptakan jaringan peralatan di dasar laut, yang terbenam di seluruh Asia untuk mendengarkan pergerakan kapal selam Rusia, China kini siap mengoperasikan jaringan serupa di Laut Cina Selatan.
Kapal selam Los Angeles Angkatan Laut Amerika Serikat, yang memiliki kemampuan nuklir. Amerika Serikat selain menurunkan kapal induk dipermukaan, armada kapal selam AS kini juga sudah mulai dikerahkan ke zona konflik di Laut China Selatan. (Foto: Istimewa)

China Mengadu Domba Negara-Negara ASEAN untuk Kuasai Laut China Selatan

China menggunakan segala macam strategi untuk menguasai seluruh kawasan Laut China Selatan. Salah satu cara yang digunakan China adalah memecah keutuhan dan integritas negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. (Foto: Istimewa)
Jalurmiliter.com - China sepertinya benar-benar akan menggunakan segala macam cara demi bisa menguasai wilayah Laut china Selatan. Selain mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke wilayah konflik itu, China juga menerapkan strategi diplomatik nan licik serta cerdik demi mendapatkan dukungan dari berbagai negara.

Salah satu keberhasilan diplomasi China adalah terpecahnya suara negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dalam menyikapi agresi militer China itu. Hingga kini, tidak pernah ada satu suarapun yang mengecam tindakan ekspansi China yang merampas kedaulatan negara anggota ASEAN.

Salah satu contohnya seperti saat Cina menggerakkan mesin diplomasi untuk mencari dukungan atas klaimnya di Laut Cina Selatan, menjelang pengumuman keputusan Pengadilan Arbitrasi Internasional di Den Haag.


Setelah bulan-bulan penuh provokasi militer, Cina menghidupkan mesin diplomasi untuk membetoni klaimnya atas Laut Cina Selatan. Langkah itu diambil menjelang keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag yang akan diumumkan dalam beberapa pekan.

Baru-baru ini negeri tirai bambu itu berhasil mengamankan dukungan Belarusia dan Pakistan. Kedua negara kini menghormati sikap Cina dalam konflik tersebut, tulis Kementerian Luar Negeri di Beijing.

Pertemuan delegasi para menteri negara anggota ASEAN dengan pemerintah China. Setiap pertemuan yang membahas isu Laut China Selatan biasanya akan menemui jalan buntu akibat tidak satu suaranya para anggota ASEAN. (Foto: AFP)
Dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri Asia dan Timur Tengah, Presiden Xi Jinping mengatakan pihaknya bersikeras memecahkan masalah Laut Cina Selatan secara damai lewat konsultasi dan negosiasi dengan pihak yang bersangkutan.

Beijing diyakini berupaya memecah ASEAN lewat diplomasi. Belum lama ini sebuah media-media Cina mengutip jurubicara Kementerian Luar Negeri, ihwal kesepakatan dengan Kamboja, Laos dan Brunei, bahwa konflik di Laut Cina Selatan tidak akan membebani hubungan Cina dan ASEAN.

Strategi Licik Cina


Salah satu cara China memecah belah ASEAN adalah dengan bujukan kekuatan ekonominya. Saat ini china membanjiri uangnya untuk Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, dan Indonesia demi memperoleh dukungan diplomatik.

Selain itu, keempat negara telah bersepakat akan mencari solusi lewat dialog langsung antara negara, bukan melalui ASEAN. Kesepakatan itu dibantah oleh Jurubicara Pemerintah Kamboja, Phay Siphan. Katanya Kamboja tetap bersikap netral.

Dengan strategi mencari damai lewat negosiasi bilateral, Cina dicurigai ingin menggunakan kekuatan politiknya untuk menekan masing-masing negara yang bertikai. Sebab itu pula pemerintah Amerika Serikat mengimbau ASEAN untuk memperkuat persatuan.

Peta tumpang tindih antara negara-negara yang terlibat konflik di kawasan Laut China Selatan.

China Jadi Negara Paling Agresif Curi Data Intelijen Amerika Serikat

China dan Amerika Serikat terlibat perang siber untuk mencuri informasi kekuatan masing-masing, maupun untuk mengetahui kelemahan dan strategi lawan.  (Gambar: thetelegraph)
”Intelijen China telah berulang kali menyusup ke dalam entitas Badan Keamanan Nasional AS dan mengekstraksi informasi dengan konsekuensi serius bagi keamanan nasional AS, termasuk informasi tentang rencana dan operasi pasukan militer AS dan desain serta sistem senjata AS”
WASHINGTON DC -- Perseteruan antara negara adidaya Amerika Serikat (AS) dengan salah satu musuh terkuatnya, China, bukan hanya terjadi di kawasan Laut China Selatan. Di Dunia maya, China terus berusaha menerobos sistem keamanan AS dengan tujuan untuk mencuri informasi penelitian senjata terbaru AS, atau untuk mengetahui strategi perang negeri paman sam tersebut.

Intelijen China berulang kali menargetkan sistem komputer Badan Keamanan Nasional (NSA) dan akun e-mail pejabat AS, sebagai upaya untuk mencuri informasi data senjata nuklir, investigasi FBI dan rencana perang AS.

Pemerintah AS menduga intelijen China berupaya mencuri informasi rahasia tentang pesawat drone MQ-9 Reaper, yang telah menjadi senjata terkuat AS saat serangan udara AS di Irak, Afghanistan dan Pakistan selama dua dekade terakhir.

”Intelijen China telah berulang kali menyusup ke dalam entitas Badan Keamanan Nasional AS dan mengekstraksi informasi dengan konsekuensi serius bagi keamanan nasional AS, termasuk informasi tentang rencana dan operasi pasukan militer AS dan desain serta sistem senjata AS,” bunyi draft laporan "U.S.-China Economic and Security Review Commission" tahun 2016, seperti diberitakan Washington Free Beacon, (28/10/16).

Menurut draft laporan itu, peretasan oleh intelijen China memungkinkan Beijing untuk mendapatkan wawasan operasi AS dan pendekatan operasional pasukan AS di kawasan Asia Pasifik. Selain mengincar informasi data senjata nuklir, mata-mata China dilaporkan melakukan peretasan untuk mengintai jaringan listrik dan jaringan keuangan AS.

China menggunakan berbagai macam cara dalam melakukan berbagai macam aktifitas spionase di Amerika Serikat, salah satunya adalah memanfaatkan agen ganda, dengan membayar warga negara AS keturunan China di negara adidaya itu dengan harga tinggi, untuk mengumpulkan informasi intelijen. (Gambar: NBC News)