"Kesempatan langka kebersamaan itulah yang mereka manfaatkan untuk mengenal lebih dekat dengan RPKAD,"Jalurmiliter -- Komando Pasukan Khusus (Kopassus), salah satu pasukan elit kebanggaan Indonesia, memiliki banyak, kisah dan catatan sejarah yang panjang dan heroik sejak dibentuknya pasukan elit TNI Angkatan Darat ini.
Kopassus telah menjalani pelbagai pertempuran, mulai dari menghadapi gerilyawan DI/TII sampai operasi pembebasan sandera. Operasi militer Dwikora ke pedalaman Kalimantan menjadi salah satu misi berat yang dijalankan Kopassus.
Dalam operasi 'Ganyang Malaysia' untuk menghadapi negara boneka Inggris itu, berkali-kali prajurit komando terlibat bentrok dengan pasukan elite Inggris, Special Air Service atau disingkat SAS. Meski terlibat pertempuran, namun tak pernah ada pernyataan perang antara Indonesia dan Malaysia.
Personel yang tertangkap, atau terbunuh tak diakui keberadaannya. Seragam dan pangkat militer wajib dilepas, seragam diganti dengan seragam hijau Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU). Dengan demikian, jejak keterlibatan Indonesia terhapus.
Operasi-operasi yang dilakukan Kopassus bersama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) berkali-kali merepotkan Malaysia, hingga akhirnya meminta bantuan Inggris. Permintaan itu disetujui, negeri Ratu Elizabeth itu langsung menerjunkan satu batalyon SAS.
SAS merupakan pasukan elite terbaik dunia. Prestasinya sungguh tersohor. Selain SAS, Inggris juga mengirim pasukan Gurkha dan SAS tambahan dari Selandia baru dan Malaysia.
![]() |
| Presiden Soekarno saat memeriksa dan melepas pasukan TNI, dalam operasi Dwikora. (Foto: Istimewa) |
































