Jalur Militer: Palestina

Tentara Israel Serang Pejuang Hamas di Dalam Terowongan Gaza

Pasukan zionis Israel saat menemukan sebuah terowongan para pejuang Hamas di jalur Gaza. Di tengah rasa takut dengan semakin agresifnya serangan para pejuang Hamas, zionis Israel meningkatkan pemburuannya hingga mencari terowongan yang selama ini dijadikan sebagai jalur suplai senjata, dan tempat bersembunyi para pejuang Hamas. (Foto: Istimewa)
"Hamas menggali terowongan untuk tujuan menyerang dan bertahan, sejauh ini belum pernah ditemukan adanya terowongan yang mengarah ke Israel sebelum 2014,"
YERUSSALEM -- Zionis Israel hingga kini terus memburu keberadaan pasukan perlawanan Palestina, Hamas. Bukan hanya dipermukaan, Israel juga memburu para pejuang Hamas hingga ke dalam terowongan yang banyak terdapat di sepanjang jalur Gaza. Info terbaru, militer Israel (IDF) menemukan terowongan Hamas dari Gaza yang tembus hingga wilayah Israel.

Ini adalah terowongan bawah tanah Hamas pertama yang diketahui tembus sampai Israel sejak Perang Gaza tahun 2004. Menurut informasi yang beredar, terowongan ditemukan 10 hari lalu saat IDF menggelar operasi. Sejak ditemukan, militer Israel telah menghancurkan pembuka terowongan di kedua sisi perbatasan.

Sumber pertahanan senior menyebut pembuka terowongan ditemukan di wilayah antara pagar perbatasan markas militer dan kota. Terowongan sepanjang ratusan meter dari Kibbutz Holit ini berlokasi di Dewan Kedaerahan Eshkol.

IDF hingga saat ini masih terus mendalami terowongan yang berawal dari selatan Gaza ini. Informasi sementara mengatakan kedalaman terowongan mencapai 30 meter. Sedangkan situs Palestina Zamn melaporkan, terowongan dibangun selama lebih dari dua tahun, termasuk kekuatan infrastruktur di dalamnya.

Israel menduga terowongan ini memiliki banyak cabang dan telah digunakan Hamas untuk tujuan perlawanan. "Hamas menggali terowongan untuk tujuan menyerang dan bertahan, sejauh ini belum pernah ditemukan adanya terowongan yang mengarah ke Israel sebelum 2014," kata seorang Komando Senior Selatan, seperti dikutip dari situs Haaretz, Senin (18/4).

Pejabat Israel mengatakan penemuan ini merupakan sebuah 'pertanda' dari teknologi militer IDF yang berhasil menemukan lokasi dari terowongan Hamas. "Terowongan adalah aset bagi Hamas," terang Komando Senior Selatan.

Pejuang Hamas Membalas

Menanggapi penghancuran terowongan Gaza, sayap militer Hamas, Brigade Qassam, melansir video yang berisi ancaman terhadap Israel. Roket-roket akan ditembakkan ke kota-kota besar Negeri Bintang Daud, jika terowongan Jalur Gaza diusik.

Para pejuang Hamas saat memobilisasi pasukan di dalam terowongan jalur Gaza. (Foto: Istimewa)

Rudal Jet Tempur Israel Menghantam Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Jet-jet tempur Israel menyerang wilayah Gaza, dengan alasan untuk menghancurkan basis-basis pertahanan milisi Hamas yang mereka sebut dengan teroris. (Foto: Baz Ratner / Reuters)
"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Debu-debu jatuh dari atap."
GAZA -- Jet tempur Israel semakin meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Gaza, Palestina. Bahkan, serangan terbaru militer zionis menghantam Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza pada Sabtu (27/10/2018).

RS Indonesia yang digempur Israel berada di Bayt Lahiya, utara Gaza. Beberapa foto yang beredar menunjukkan bangunan medis itu mengalami kerusakan cukup parah. Video diunggah oleh @lummideast yang beredar juga menunjukkan kepanikan para pasien dan staf medis.

Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), sebuah lembaga Islam untuk bantuan kesehatan, dalam pernyataan pers-nya mengatakan sekitar lima roket jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia.

Dalam siaran pers, Reza Aldilla Kurniawan, seorang relawan MER-C, merinci kerusakan yang dialami bangunan RS. Di antaranya, kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan fasilitas lain. 


Reza mengaku sedang berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia ketika serangan Israel terjadi. Para pasien sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.

Konflik memanas setelah Israel membunuh lima warga Palestina, empat di antaranya berlangsung saat demo minggu di perbatasan Gaza-Israel. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sudah 213 warga Gaza tewas dalam sejak demonstrasi mingguan di perbatasan dijalankan sejak Maret 2018. Sementara seorang serdadu Israel tewas oleh penembak jitu Palestina.

Asap masih membumbung di Rumah Sakit Indonesia di wilayah Gaza, akibat dihantam rudal jet tempur Israel. (Foto: MER-C)
Namun, Israel beralasan, serangan besar ini sebagai respons atas tembakan sekitar 30 roket oleh kelompok milisi di Gaza yang berlangsung sejak Jumat malam. Di kota-kota Israel yang berbatasan dengan Gaza, sirine menyala sepanjang malam, dan penduduk berlindung di bunker-bunder anti bom. Sejumlah roket Palestina ditembak jatuh saat masih meluncur.

Menurut laporan Reuters, konfrontasi Gaza dan Israel ini merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu. Israel menyatakan, jet tempur mereka meluncurkan rudal ke 80 sasaran, termasuk bangunan empat lantai yang digunakan sebagai markas besar Hamas. Mereka menuding kelompok Hamas adalah pihak yang bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di Gaza.

Rumah Sakit Indonesia, Bukti Kehadiran Indonesia di Palestina


Rumah Sakit Indonesia yang telah beroperasi sejak 2012 didirikan oleh sejumlah lembaga solidaritas Indonesia untuk Palestina, dengan dana sumbangan dari berbagai organisasi Islam dan kaum muslimin dari Indonesia. Rumah Sakit Indonesia  ini resmi beroperasi pada 27 Desember 2015.

Ide untuk membangun Rumah Sakit Indonesia dicetuskan pada Januari 2009. Pembangunan fisik baru dimulai pada Mei 2011. Saat terjadi dua peperangan besar tahun 2013 dan 2014, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza tetap berjalan.

Rumah sakit ini dilengkapi fasilitas moderen, diantaranya memiliki pusat trauma, 110 tempat tidur,IGD, radiologi CitiScan yang bisa memindai hingga 128 slice, dan lain-lain. Peralatan-peralatan medis tersebut dibeli dan didatangkan dari Eropa dan China. Saat ini, Rumah Sakit Indonesia dikelola oleh petugas medis Palestina.

Rumah sakit yang dalam pembangunannya mendatangkan 100 relawan ahli bangunan asal Indonesia ini, hampir sempat terhenti pembangunannya, karena pemerintah Indonesia tidak menepati janji untuk memberikan bantuan dana. Namun, berbagai Ormas Islam pun akhirnya sepakat untuk melanjutkan pembangunan melalui dana sumbangan umat Islam di tanah air.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, yang 100 persen dananya berasal dari bantuan ormas dan masyarakat muslim di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Israel Bombardir Gaza, Masyarakat Dunia Desak Pembentukan Negara Palestina

Sebuah remaja Palestina diperlakukan secara biadab oleh pasukan militer Israel. Pesawat tempur dan altileri militer Zionis Israel kembali membombardir Kota Gaza, Palestina. Tindakan Israel itu langsung mendapat kecaman masyarakat dunia. Sejumlah negara mendesak segera dibentuknya negara Palestina Merdeka, untuk melepaskan penderitaan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. (foto: istimewa)
"Saya pikir, dengan dia mengatakan begitu, warga Palestina tidak akan punya negara. Dia meminta syarat yang mustahil diterima. Saya pikir dengan pidatonya dia menyatakan perang tidak hanya dengan warga Palestina tapi dengan seluruh dunia,"
YERUSALEM-- Agresi militer yang kembali dilakukan militer zionis Israel dengan membombardir jalur Gaza, Palestina, mendapat kecaman dunia internasional. Bahkan, mayoritas negara di dunia kembali mendesak segera diwujudkannya pembentukan negara Palestina Merdeka, untuk melawan aksi pembantaian yang dilakukan zionis terhadap penduduk Palestina.

Kepala bidang luar negeri Uni Eropa, Federica Mogheribi mengatakan, dunia tidak bisa lagi melihat perang yang terus berlanjut di jalur Gaza. “Kita semua perlu negara Palestina, itu adalah tujuan utama dan inilah posisi dari Uni Eropa,” kata Mogherini dalam kunjungan ke jalur Gaza.

Pendapat yang sama juga disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rusia menolak status quo Palestina dan meminta dilakukannya kembali proses negosiasi. Menurutnya, negosiasi itu bertujuan untuk menciptakan negara Palestina yang merdeka, layak dan integral dengan Yerusalem timur secara damai.


"Kami berniat terus memberikan bantuan untuk menyelesaikan masalah Palestina. Baik dalam format bilateral maupun multirateral," kata Presiden Rusia Vladimir Putin, dilansir dari kantor berita Rusia TASS, Selasa, 26 Juli 2016.

Senada dengan Rusia, Presiden Cina, Xi Jinping, juga mendukung berdirinya negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur. Berbicara dari Mesir selama kunjungan keduanya di Timur Tengah, Xi mengatakan bahwa masalah rakyat  Palestina tidak boleh dipinggirkan.

Rakyat Palestina berusaha melakukan perlawanan saat militer Israel berusaha merebut lahan pertanian milik mereka. (foto: independent.co.uk)
"Cina mendukung proses perdamaian di Timur Tengah dan berdirinya sebuah negara Palestina dengan ibu kota Yerusalem Timur," kata Xi di Kairo, Mesir.

Pada kunjungan itu, Xi juga mengumumkan akan memberikan bantuan senilai 50 juta yuan atau setara dengan Rp 105 miliar untuk proyek pembangunan listrik tenaga matahari di wilayah Palestina. "Kami juga menekankan pentingnya mengakhiri konflik Palestina-Israel. Perundingan harus ditekankan pada pencapaian kesepakatan damai," ujar Xi.


Palestina Merdeka, Israel Ajukan Sejumlah Syarat

Sebelumnya, pada awal Juni 2016, para Menteri Luar Negeri dari 27 negara menggarisbawahi bahwa keadaan status quo antara Israel dan Palestina saat ini tidak dapat dipertahankan. Mereka pun menegaskan pentingnya agar kedua negara yang bertikai segera ambil langkah dan kebijakan yang menunjukkan komitmen terhadap perundingan, untuk mencapai solusi dua negara (two-state solution).


Menanggapi kecaman dunia internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hari Minggu (14/06), untuk pertama kalinya menyatakan bersedia memberikan kemerdekaan untuk bangsa Palestina, tapi harus memenuhi sejumlah syarat.

Netanyahu dalam pidatonya menyampaikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Palestina, jika ingin lepas dari jajahan zionis itu. Sejumlah syarat itu antara lain, negara Palestina yang dibentuk tidak boleh memiliki militer atau milisi bersenjata. Palestina juga harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi, hal yang telah lama ditolak Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Selain itu, Israel tidak mau memenuhi desakan dunia untuk menghentikan perluasan pemukiman Yahudi di kawasan Palestina yang diduduki Israel. "Perjuangan sejak tahun 1967 sangat sulit untuk memindahkan, mengembangkan, membangun komunitas, institusi dan saat ini hampir 300 ribu orang tinggal di sini, dan kami akan terus melanjutkannya apa pun rencana kami," kata Netanyahu.

Pesawat tempur Israel membombardir kota Gaza, Palestina. (foto: telegraph.co.uk)
Namun, syarat-syarat yang diajukan zionis Israel itu langsung ditolak Palestina, dan menganggapnya sebagai permintaan yang tidak masuk akal. Palestina menganggap, jika permintaan Israel itu dipenuhi, sama artinya dengan memberikan seluruh tanah bangsa Palestina kepada zionis Israel, dan mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya sendiri.

"Saya pikir, dengan dia mengatakan begitu, warga Palestina tidak akan punya negara.
Hari ini, Netanyahu menolak semua ini dan dengan itu dia tidak hanya menghadapi warga Palestina, tapi juga negara Arab dan seluruh dunia. Dia meminta syarat yang mustahil diterima. Karena seluruh dunia mengatakan pada Israel, satu-satunya solusi adalah solusi dua negara, bahwa Palestina semestinya berdiri di Tepi Barat dan Gaza, termasuk Yerusalem.  ujar pejabat tinggi dari lingkungan kepresidenan Palestina, Rafiq al Husseini.

Netanyahu, dalam pidato itu juga memberikan reaksi terhadap pemilihan presiden Iran. Dikatakannya, ancaman terbesar Israel, Timur Tengah adalah kontak senjata nuklir dengan Islam radikal. 


Padahal Israel, satu-satunya negara adidaya nuklir yang terselubung, menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir alih-alih program nuklir sipil. Tuduhan itu disangkal tegas oleh Iran.
Demonstrasi masyarakat dunia mendesak pembebasan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel. (foto: thecorsaironline)

Hamas Merapat ke Iran, Arab Saudi Ingin Lucuti Kekuatan Pejuang Palestina

Para pejuang Hamas. Penolakan para pejuang Hamas untuk ikut serta bergabung dalam invasi Arab Saudi menyerang rakyat Yaman, ditanggapi dengan kemarahan oleh dinasti Al-Saud. Di tengah kedekatan Hubungan Arab Saudi saat, terselip sebuah konspirasi untuk melucuti kemampuan tempur pejuang Hamas dalam menghadapi Israel. (Foto: Istimewa)
"Semua orang tahu bahwa Hamas merupakan pergerakan yang memerangi pendudukan Zionis di tanah Palestina dan Hamas hanya memiliki agenda rakyat Palestina (saja),”
GAZA -- Hubungan antara Arab Saudi dan organisasi pejuang Hamas, memasuki babak baru. Pada Minggu 10 Juli 2016, kelompok Hamas di Palestina mengutuk pernyataan dari salah satu pangeran di Arab Saudi yaitu Turki al-Faisal yang mengatakan, Hamas dan Kelompok Harakat al-Jihad al-Islami fi Filasthin telah menyebarkan kekacauan.

“Ini adalah sebuah bentuk kebohongan dan pernyataan tanpa dasar,” ujar Hamas melalui pernyataan yang dikutip dari Quds Press, sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor, Senin (11/7/16).


Dilaporkan, kelompok Hamas menegaskan bahwa pergerakan yang selama ini mereka lakukan adalah demi memukul mundur okupasi Israel di wilayah Palestina.

“Semua orang tahu bahwa Hamas merupakan pergerakan yang memerangi pendudukan Zionis di tanah Palestina dan Hamas hanya memiliki agenda rakyat Palestina (saja),” papar Kelompok Hamas.

Dilaporkan, Hamas juga menuduh pernyataan dari Al-Faisal sebagai bentuk dalih yang memberikan alasan lebih kepada Israel untuk melancarkan agresi kepada rakyat Palestina.
Pangeran Arab Saudi Turki al-Faisal. (Foto: Istimewa)
Selain Hamas, Kelompok Harakat al-Jihad al-Islami fi Filasthin juga mengutuk pernyataan dari sang Pangeran Saudi tersebut.

Tolak Perintah Saudi, Hamas Dilucuti

Kebencian Kerajaan Arab Saudi kepada para pejuang Hamas semakin menjadi-jadi ketika kelompok pembebasan Palestina tersebut menolak ajakan Arab Saudi untuk ikut ambil bagian menyerang Yaman, yang dianggap membangkang kepada dinasti Al-Saud.

Kemarahan Saudi semakin bertambah ketika melihat bahwa Hamas justru semakin dekat dengan Republik Islam Iran, yang merupakan rival abadi kerajaan Arab Saudi.

Menurut laporan Panorama Middle East, Muhammad bin Salman, Menteri Pertahanan dan pangeran mahkota Arab Saudi dalam pertemuan dengan Khaled Meshal, meminta pengerahan 700 pasukan dan pejuang Palestina yang mendapat latihan dengan taktik Hizbullah Lebanon, ke Arab Saudi agar mereka dapat dikirim untuk menghadapi militer dan komite rakyat Yaman.

Mereaksi tuntutan Muhammad bin Salman itu, Khaled Meshal mengatakan, “Jika 700 personil dari pasukan Hamas direlokasi dari Jalur Gaza menuju Arab Saudi, maka akan tercipta kekosongan keamanan dimana masalah ini menciptakan masalah politik.

Kepala Biro Politik Hamas ini mengusulkan kepada Salman bahwa gerakan ini siap untuk melatih militer Arab Saudi berdasarkan taktik Hizbullah daripada merelokasi pasukan Palestina ke dalam wilayah Arab Saudi.
Luas wilayah negara Palestina yang dijajah Israel dari masa ke masa. (Gambar: Istimewa)

Untuk Kalahkan Israel, Palestina Dukung Iran Segera Produksi 1.000 Rudal Nuklir

Duta Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk Teheran Salah al-Zawawi. (Foto: MEMRI)
”Dengan cara ini, musuh kita, bersama dengan para pembela dan masternya, akan menyelesaikan rencana mereka untuk mengubah kita menjadi hamba di wilayah ini dan untuk menjarah sumber daya kami,”
TEHERAN -- Republik Islam Iran adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang konsisten membela perjuangan bangsa Palestina dari penjajahan zionis Israel. Disaat negara-negara Arab teluk lainnya mulai bekerjasama dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, Iran justru semakin memperkuat perlawanannya menghadapi hegemoni Israel di Timur Tengah.

Duta atau utusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk Teheran Salah al-Zawawi berharap Iran memproduksi 1.000 bom nuklir. Menurutnya, Israel benar-benar takut pada program nuklir Republik Islam Iran.

Meski demikian, dia tidak secara eksplisit menyerukan Iran untuk menggunakan bom nuklir terhadap Israel.Komentar itu muncul dalam wawancaranya dengan stasiun televisi al-Manar yang berafiliasi dengan Hizbullah Libanon.

“Saya berdoa kepada Tuhan, Iran akan memproduksi 1.000 bom nuklir,” kata dia berharap. Bom nuklir, ujar dia, dapat digunakan untuk mempertahankan Republik Islam Iran dan prinsip-prinsipnya.

Transkrip wawancara itu dirilis organisasi non-profit Middle East Media Research Institute (MEMRI) yang dilansir Times of Israel, hari Minggu kemarin.

Uji Coba peluncuran misil balistik Iran yang mampu menghantam wilayah Israel. (Foto: istimewa)

Buru Pejuang Hamas, Tank dan Jet Tempur Israel Bombardir Wilayah Gaza

Militer Israel kembali melancarkan serangan membabi buta ke wilayah Gaza, Palestina. Selain mengerahkan tank-tank berat, negara Zionis itu juga menggunakan jet-jet tempur dan UAV untuk membombardir Gaza, yang hingga kini masih menjadi wilayah yang terisolir akibat blokade Israel. (Foto: AFP)
"Tank-tank Israel menembakkan peluru ke perbatasan timur Gaza. Serangan tersebut diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan bom dari wilayah Palestina yang jatuh di dekat pagar pembatas di utara Gaza. Tank Israel sukses menghancurkan titik pemantauan Hamas,"
GAZA -- Aksi koboy dan tak berimbang kembali diperlihatkan Zionis Israel di wilayah Gaza, Palestina. Militer Israel telah melancarkan serangan dengan menggunakan tank, jet tempur dan UAV di wilayah perbatasan Timur Gaza dan kawasan Gaza. Target mereka adalah basis Hamas yang berada di garis pantai bagian timur Gaza.

Selama serangan udara Sabtu (17/3) malam, sebuah pabrik dan beberapa bangunan milik Hamas dibombardir oleh jet tempur rezim Tel Aviv. Militer Israel pada Minggu (18/3), juga telah menghancurkan sebuah terowongan kelompok Hamas di Jalur Gaza untuk menggelar serangan lintas batas di wilayah itu, kata otoritas setempat.

Kantor berita berbahasa Arab al-Yawm melaporkan bahwa tiga peluru arteleri menyerang sebuah pos pengamat milik gerakan perlawanan Hamas di timur lingkungan al-Shujaya di Kota Gaza, sedikit melukai seorang warga sipil. Para korban langsung, dibawa ke rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza untuk menerima perawatan.

Sumber-sumber Palestina, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan bahwa tembakan tersebut terjadi setelah sebuah bom meledak di dekat perbatasan Nahal Oz, yang terletak di sebelah timur laut Kota Gaza.

Kantor berita resmi WAFA Palestina melaporkan bahwa satu orang terluka setelah pesawat tak berawak (UAV) Israel, meluncurkan sejumlah rudal di sebuah lokasi di kota Beit Hanoun di ujung timur laut Jalur Gaza.

Sebuah unit artileri mobile Israel melakukan serangan di perbatasan Jalur Gaza. (Foto: Baz Ratner / Reuters)
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee menyatakan, serangan ini merupakan respon atas serangan rudal yang diluncurkan dari Gaza, yang menghantam wilayah perbatasan kedua wilayah, kemarin. 

Zionis juga mengaku sengaja menghancurkan terowongan para pejuang Hamas, karena Hamas berupaya untuk kembali membangun terowongan yang sama sudah pernah dihancurkan pada masa perang Gaza pada 2014 lalu.

Terowongan itu digali dari dalam kawasan Jalur Gaza, beberapa ratus meter dari pagar pembatas daerah yang di duduki Zionis Israel, kata seorang juru bicara militer Zionis Israel, seperti dilaporkan Reuters.

"Tank-tank Israel menembakkan peluru ke perbatasan timur Gaza. Serangan tersebut diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan bom dari wilayah Palestina yang jatuh di dekat pagar pembatas di utara Gaza. Tank Israel sukses menghancurkan titik pemantauan Hamas," kata Adraee, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (18/3).

Salah seorang pejuang Palestina dari sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Quds, mengangkut roket dan mortir melewati terowongan Gaza, untuk menghadapi serangan militer Israel di wilayah tersebut. (Foto: AFP / Mahmud Hams)
Melansir PressTV pada Senin (19/3), serangan Israel tersebut berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu malam, yang membombardir wilayah terisolasi itu. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut.

Sedangkan petinggi militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Concricus kepada wartawan mengatakan, serangan yang mereka lakukan di Gaza merupakan sebuah teknik baru untuk menghancurkan para pejuang Hamas. Sebab, Pasukan Israel tidak perlu melewati perbatasan Gaza untuk melakukan serangan.

"Kami tidak menggunakan alat peledak. Terowongan itu dibangun dengan material tertentu dengan campuran tertentu," kata Conricus tanpa menjelaskan lebih jauh. Hingga kini belum ada komentar dari pihak Hamas, terkait serangan tersebut.

Jumlah serangan tahap Hamas terhadap Israel dan serangan udara balasan oleh Israel telah meningkat menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Yahudi tersebut.

Sedikitnya enam anak terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan Gaza. (Foto: M Salem / Reuters)
Zionis Israel juga telah meluncurkan sejumlah serangan di pesisir Palestina, yang terakhir dimulai pada awal Juli 2014. Agresi militer, yang berakhir pada 26 Agustus 2014, menewaskan hampir 2.200 orang Palestina. Lebih dari 11.100 lainnya juga terluka dalam perang tersebut.

Israel menarik pasukannya dari Gaza pada tahun 2005, namun masih menerapkan penjagaan ketat di perbatasan darat dan laut wilayah tersebut. Pada masa periode perang Gaza tahun 2014, para pejuang Hamas menggunakan terowongan-terowongan untuk bersembunyi dari pasukan militer Zionis Israel yang mempunyai senjata lebih canggih.

Sejak saat itu, Zionis Israel menerapkan sejumlah strategi balasan, termasuk pembangunan sebuah dinding bawah tanah, yang dilengkapi dengan sebuah sensor, sepanjang 60 km di perbatasan Gaza. Pembangunan dinding itu menghabiskan dana sekitar 1,1 miliar dolar AS dan diperkirakan akan selesai pada pertengahan tahun 2019.

Para anggota keluarga al-Najar, di Palestina, menangisi kematian 18 anggota keluarga mereka, akibat serangan militer Israel. (Foto: Ibraheem Abu Mustafa / Reuters)