Jalur Militer: Israel

Israel Klaim Berhasil Ciptakan Rudal Balistik Penakluk Timur Tengah

Israel melakukan uji coba penembakan rudal pencegat anti-balistik Arrow-2. Selain terus mengupgrade berbagai rudal balistik yang dimilikinya, Israel mengklaim telah berhasil menciptakan rudal balistik yang dianggap terkuat di Timur Tengah. (Foto: wired.com)
TEL AVIV -- Setelah Rusia memperkuat militer Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300, Israel seperti kebakaran jenggot dan berusaha mencari berbagai macam cara untuk melumpuhkan kecanggihan rudal S-300 Suriah tersebut.

Israel bertekad akan mengembangkan senjata yang mampu menembus perisai S-300 yang melindungi langit Suriah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah mengembangkan rudal ofensif yang bisa menghantam target di negara mana saja di seluruh wilayah Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Netanyahu saat pidato tentang kemajuan negaranya dalam teknologi militer dan kedirgantaraan pada hari Senin di Israel Aerospace Industries (IAI). Pemimpin Zionis tersebut sesumbar, bahwa negaranya adalah satu-satunya yang mengembangkan rudal seperti itu.

"Perusahaan ini secara aktif mengembangkan rudal ofensif, serta persenjataan dengan kemampuan khusus yang tidak dimiliki negara lain," kata Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (18/12/2018).

Selain itu, kata Netanyahu, Israel juga berusaha memperluas pijakannya di ruang angkasa dengan meluncurkan satelit mikro. "Ruang angkasa adalah lingkup besar yang negara Israel masuk," katanya.

Pernyataan PM Israel ini muncul di saat situasi di kawasan Timur Tengah masih tegang. Selama setahun terakhir, Israel telah berulang kali menyerang Suriah, dengan dalih menghilangkan kehadiran milisi pro-Iran dan pasukan Iran di negara tersebut.

Israel tidak menampik bahwa pengembangan rudal tersebut memang ditujukan untuk melawan Suriah dan sekutunya Iran. "Rudal-rudal itu bisa mencapai di mana saja di kawasan ini dan target apa pun. Ini adalah kekuatan ofensif Israel yang sangat penting bagi kami di semua sektor," ujar Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memeriksa rudal canggih di Israel Aerospace Industries, Senin (17/12/2018). (Foto: / Twitter @IsraeliPM)
Sebelum Rusia memperkuat militer Suriah, rezim pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad memang kerepotan menghadapi gempuran Israel. Walau Suriah telah berulang kali mengecam serangan tersebut, yang dianggap sebagai agresi terbuka terhadap sebuah negara yang berdaulat, Israel tetap melenggang bebas karena didukung oleh Amerika Serikat.

Harus diakui, dengan bantuan AS dan sejumlah negara Barat lainnya, perkembangan teknologi rudal Israel menjadi yang terdepan di Timur Tengah. Sejumlah rudal balistik canggih melindungi wilayah zionis tersebut dari serangan musuh.

Untuk melindungi wilayah udaranya, Israel dilengkapi perisai misil anti-roket yang disebut Iron Dome. Israel sempat sesumbar bahwa Iron Dome adalah sistem pertahanan udara terkuat di dunia. Namun, seiring berkembangnya teknologi rudal yang dimiliki Pasukan Hamas dan Hizbullah, Iron Dome akhirnya perlahan-lahan kebobolan juga.

Dalam sejumlah serangan yang dilakukan Hamas, sistem Iron Dome tidak mampu melumpuhkan hujan roket yang dilancarkan para pejuang Palestina, saat menyerang basis-basis pertahanan Israel.

Saat ini, Israel bekerja sama dengan Amerika Serikat, mengembangkan misil pertahanan balistik terbaru yang dinamakan Arrow-3. Israel mengklaim, Arrow-3 mampu mencegat dan menghancurkan secara simultan lebih dari lima rudal balistik dalam 30 detik. 

Dikutip dari laman www.armyrecognition.com, Arrow-3 merupakan rudal anti balistik pencegat exoatmospheric yang menghancurkan target di luar atmosfir bumi. Rudal Arrow-3 dapat diluncurkan di satu tempat tanpa menunggu kepastian lokasi rudal balistik yang menjadi target untuk dihancurkan.

Sistem rudal Arrow-3 menghancurkan berbagai ancaman termasuk rudal yang membawa hulu ledak nuklir tanpa menimbulkan bahaya di bumi. Arrow-3 juga terkadang digunakan untuk mencegat satelit. Israel bahkan mengklaim rasio keberhasilan Arrow 3 dalam menjalankan tugasnya sekitar 99 persen.

Tentara Israel berjalan di dekat sistem pertahanan udara Irone Dome, sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM), MIM-104 Patriot, dan rudal anti-balistik Arrow-3, saat melakukan latihan bersama, Juniper Cobra di Hatzor Pangkalan Angkatan Udara Israel di pusat Israel, 25 Februari 2016. (Foto: GETTY / Gil Cohen-Magen via al-monitor.com)

Israel Tolak Kembalikan Dataran Tinggi Golan ke Suriah

Pasukan Israel saat berpatroli di Dataran Tinggi Golan. Perdana Menteri Israel menyatakan tidak akan pernah menyerahkan dataran tinggi Golan yang mereka rebut dari Suriah dalam perang Yom Kippur. Israel bahkan meminta sekutu abadinya Amerika Serikat mendukung klaim tersebut. (Foto: istimewa)
"UE mengakui Israel sesuai perbatasan pra tahun 1967-nya, apa pun klaim pemerintah (Israel) terkait daerah lain, sampai dengan penyelesaian akhir disimpulkan, Ini adalah posisi konsolidasi umum UE dan negara-negara anggotanya,"
TEL AVIV -- Zionis Israel sepertinya pantas disebut sebagai kolonial sejati di Timur Tengah. Setelah menjajah dan perampas seluruh tanah bangsa Palestina, kini Israel ingin menguasai secara utuh Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah kedaulatan Suriah, ke dalam wilayah jajahan mereka.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet terbatas di Dataran Tinggi Golan pada Minggu 17 April siang waktu setempat, meminta dunia mengakui kedaulatan Israel di wilayah tersebut serta berjanji tidak akan mengembalikan Golan ke Suriah dalam pidato pembukaannya.

Pengambilan waktu dan lokasi rapat kabinet itu diduga sengaja dilakukan bertepatan dengan negosiasi damai Suriah di Jenewa, Swiss. “Dataran Tinggi Golan telah menjadi bagian integral Israel sejak zaman dahulu. 

Puluhan Sinagoga kuno di sekitar kita sekarang ini telah memberi bukti. Golan adalah bagian integral Israel di era baru,” ucap Netanyahu seperti dilansir New York Times, Senin (18/4/2016). Pria 66 tahun itu mengaku telah menyampaikan sikap Israel kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. 

Netanyahu tidak masalah dengan perjanjian diplomatik dengan Suriah selama tetangganya itu tidak mengganggu keamanan dalam negeri Israel.

Bashar al-Jaafari, Duta Besar Suriah untuk PBB, mengecam Israel, dengan menyebut negara zionis tersebut melakukan "provokasi yang tidak bertanggung jawab”.

Dunia Mengecam

Pernyataan Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi seluruh dataran tinggi Golan mendapat kecaman dunia. Bahkan kecaman pun datang dari negara-negara Uni Eropa yang selama ini biasanya selalu menyokong Israel.

Perdana Menteri Israel saat memimpin rapat kabinetnya di wilayah dataran tinggi Golan, yang merupakan wilayah kedaulatan Suriah. (Foto: istimewa)
Kepala Kebijakan Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini, pada Selasa, 19/04/16, menyebut bahwa Uni Eropa (UE) tidak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Mogherini mematahkan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengklaim Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel dan takkan menyerahkan kepada Suriah.

"UE mengakui Israel sesuai perbatasan pra tahun 1967-nya, apa pun klaim pemerintah (Israel) terkait daerah lain, sampai dengan penyelesaian akhir disimpulkan, Ini adalah posisi konsolidasi umum UE dan negara-negara anggotanya," kata Mogherini.

Pernyataan UE itu disampaikan Mogherini menjelang pertemuan di Brussels, ibu kota Belgia, yang diikuti lembaga donor internasional dalam rangka mendukung perekonomian Palestina. Pertemuan itu dihadiri para menteri dan pejabat tinggi Israel, pada Ahad, 17/04/16.

Dataran Tinggi Golan adalah sebuah dataran tinggi di wilayah perbatasan Israel, Lebanon, Yordania dan Suriah. Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah, namun Israel mencaploknya dari tangan Suriah pada tahun 1967 dalam Perang Enam Hari. Setelah itu mereka perlahan-lahan mengambil wilayah Golan tanpa diketahui dunia internasional.


Pada awal Perang Yom Kippur 1973, Suriah berhasil merebutnya kembali, namun serangan balik Israel berhasil mengusir Suriah dari sebagian besar Dataran Tinggi Golan.
Dataran Tinggi Golan, tanah strategis milik Suriah yang berhasil direbut Israel pada saat perang Arab-Israel. (Gambar: Istimewa)

Tentara Israel Serang Pejuang Hamas di Dalam Terowongan Gaza

Pasukan zionis Israel saat menemukan sebuah terowongan para pejuang Hamas di jalur Gaza. Di tengah rasa takut dengan semakin agresifnya serangan para pejuang Hamas, zionis Israel meningkatkan pemburuannya hingga mencari terowongan yang selama ini dijadikan sebagai jalur suplai senjata, dan tempat bersembunyi para pejuang Hamas. (Foto: Istimewa)
"Hamas menggali terowongan untuk tujuan menyerang dan bertahan, sejauh ini belum pernah ditemukan adanya terowongan yang mengarah ke Israel sebelum 2014,"
YERUSSALEM -- Zionis Israel hingga kini terus memburu keberadaan pasukan perlawanan Palestina, Hamas. Bukan hanya dipermukaan, Israel juga memburu para pejuang Hamas hingga ke dalam terowongan yang banyak terdapat di sepanjang jalur Gaza. Info terbaru, militer Israel (IDF) menemukan terowongan Hamas dari Gaza yang tembus hingga wilayah Israel.

Ini adalah terowongan bawah tanah Hamas pertama yang diketahui tembus sampai Israel sejak Perang Gaza tahun 2004. Menurut informasi yang beredar, terowongan ditemukan 10 hari lalu saat IDF menggelar operasi. Sejak ditemukan, militer Israel telah menghancurkan pembuka terowongan di kedua sisi perbatasan.

Sumber pertahanan senior menyebut pembuka terowongan ditemukan di wilayah antara pagar perbatasan markas militer dan kota. Terowongan sepanjang ratusan meter dari Kibbutz Holit ini berlokasi di Dewan Kedaerahan Eshkol.

IDF hingga saat ini masih terus mendalami terowongan yang berawal dari selatan Gaza ini. Informasi sementara mengatakan kedalaman terowongan mencapai 30 meter. Sedangkan situs Palestina Zamn melaporkan, terowongan dibangun selama lebih dari dua tahun, termasuk kekuatan infrastruktur di dalamnya.

Israel menduga terowongan ini memiliki banyak cabang dan telah digunakan Hamas untuk tujuan perlawanan. "Hamas menggali terowongan untuk tujuan menyerang dan bertahan, sejauh ini belum pernah ditemukan adanya terowongan yang mengarah ke Israel sebelum 2014," kata seorang Komando Senior Selatan, seperti dikutip dari situs Haaretz, Senin (18/4).

Pejabat Israel mengatakan penemuan ini merupakan sebuah 'pertanda' dari teknologi militer IDF yang berhasil menemukan lokasi dari terowongan Hamas. "Terowongan adalah aset bagi Hamas," terang Komando Senior Selatan.

Pejuang Hamas Membalas

Menanggapi penghancuran terowongan Gaza, sayap militer Hamas, Brigade Qassam, melansir video yang berisi ancaman terhadap Israel. Roket-roket akan ditembakkan ke kota-kota besar Negeri Bintang Daud, jika terowongan Jalur Gaza diusik.

Para pejuang Hamas saat memobilisasi pasukan di dalam terowongan jalur Gaza. (Foto: Istimewa)

Rudal Jet Tempur Israel Menghantam Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Jet-jet tempur Israel menyerang wilayah Gaza, dengan alasan untuk menghancurkan basis-basis pertahanan milisi Hamas yang mereka sebut dengan teroris. (Foto: Baz Ratner / Reuters)
"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Debu-debu jatuh dari atap."
GAZA -- Jet tempur Israel semakin meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Gaza, Palestina. Bahkan, serangan terbaru militer zionis menghantam Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza pada Sabtu (27/10/2018).

RS Indonesia yang digempur Israel berada di Bayt Lahiya, utara Gaza. Beberapa foto yang beredar menunjukkan bangunan medis itu mengalami kerusakan cukup parah. Video diunggah oleh @lummideast yang beredar juga menunjukkan kepanikan para pasien dan staf medis.

Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), sebuah lembaga Islam untuk bantuan kesehatan, dalam pernyataan pers-nya mengatakan sekitar lima roket jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia.

Dalam siaran pers, Reza Aldilla Kurniawan, seorang relawan MER-C, merinci kerusakan yang dialami bangunan RS. Di antaranya, kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan fasilitas lain. 


Reza mengaku sedang berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia ketika serangan Israel terjadi. Para pasien sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.

Konflik memanas setelah Israel membunuh lima warga Palestina, empat di antaranya berlangsung saat demo minggu di perbatasan Gaza-Israel. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sudah 213 warga Gaza tewas dalam sejak demonstrasi mingguan di perbatasan dijalankan sejak Maret 2018. Sementara seorang serdadu Israel tewas oleh penembak jitu Palestina.

Asap masih membumbung di Rumah Sakit Indonesia di wilayah Gaza, akibat dihantam rudal jet tempur Israel. (Foto: MER-C)
Namun, Israel beralasan, serangan besar ini sebagai respons atas tembakan sekitar 30 roket oleh kelompok milisi di Gaza yang berlangsung sejak Jumat malam. Di kota-kota Israel yang berbatasan dengan Gaza, sirine menyala sepanjang malam, dan penduduk berlindung di bunker-bunder anti bom. Sejumlah roket Palestina ditembak jatuh saat masih meluncur.

Menurut laporan Reuters, konfrontasi Gaza dan Israel ini merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu. Israel menyatakan, jet tempur mereka meluncurkan rudal ke 80 sasaran, termasuk bangunan empat lantai yang digunakan sebagai markas besar Hamas. Mereka menuding kelompok Hamas adalah pihak yang bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di Gaza.

Rumah Sakit Indonesia, Bukti Kehadiran Indonesia di Palestina


Rumah Sakit Indonesia yang telah beroperasi sejak 2012 didirikan oleh sejumlah lembaga solidaritas Indonesia untuk Palestina, dengan dana sumbangan dari berbagai organisasi Islam dan kaum muslimin dari Indonesia. Rumah Sakit Indonesia  ini resmi beroperasi pada 27 Desember 2015.

Ide untuk membangun Rumah Sakit Indonesia dicetuskan pada Januari 2009. Pembangunan fisik baru dimulai pada Mei 2011. Saat terjadi dua peperangan besar tahun 2013 dan 2014, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza tetap berjalan.

Rumah sakit ini dilengkapi fasilitas moderen, diantaranya memiliki pusat trauma, 110 tempat tidur,IGD, radiologi CitiScan yang bisa memindai hingga 128 slice, dan lain-lain. Peralatan-peralatan medis tersebut dibeli dan didatangkan dari Eropa dan China. Saat ini, Rumah Sakit Indonesia dikelola oleh petugas medis Palestina.

Rumah sakit yang dalam pembangunannya mendatangkan 100 relawan ahli bangunan asal Indonesia ini, hampir sempat terhenti pembangunannya, karena pemerintah Indonesia tidak menepati janji untuk memberikan bantuan dana. Namun, berbagai Ormas Islam pun akhirnya sepakat untuk melanjutkan pembangunan melalui dana sumbangan umat Islam di tanah air.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, yang 100 persen dananya berasal dari bantuan ormas dan masyarakat muslim di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Israel Bombardir Gaza, Masyarakat Dunia Desak Pembentukan Negara Palestina

Sebuah remaja Palestina diperlakukan secara biadab oleh pasukan militer Israel. Pesawat tempur dan altileri militer Zionis Israel kembali membombardir Kota Gaza, Palestina. Tindakan Israel itu langsung mendapat kecaman masyarakat dunia. Sejumlah negara mendesak segera dibentuknya negara Palestina Merdeka, untuk melepaskan penderitaan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. (foto: istimewa)
"Saya pikir, dengan dia mengatakan begitu, warga Palestina tidak akan punya negara. Dia meminta syarat yang mustahil diterima. Saya pikir dengan pidatonya dia menyatakan perang tidak hanya dengan warga Palestina tapi dengan seluruh dunia,"
YERUSALEM-- Agresi militer yang kembali dilakukan militer zionis Israel dengan membombardir jalur Gaza, Palestina, mendapat kecaman dunia internasional. Bahkan, mayoritas negara di dunia kembali mendesak segera diwujudkannya pembentukan negara Palestina Merdeka, untuk melawan aksi pembantaian yang dilakukan zionis terhadap penduduk Palestina.

Kepala bidang luar negeri Uni Eropa, Federica Mogheribi mengatakan, dunia tidak bisa lagi melihat perang yang terus berlanjut di jalur Gaza. “Kita semua perlu negara Palestina, itu adalah tujuan utama dan inilah posisi dari Uni Eropa,” kata Mogherini dalam kunjungan ke jalur Gaza.

Pendapat yang sama juga disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rusia menolak status quo Palestina dan meminta dilakukannya kembali proses negosiasi. Menurutnya, negosiasi itu bertujuan untuk menciptakan negara Palestina yang merdeka, layak dan integral dengan Yerusalem timur secara damai.


"Kami berniat terus memberikan bantuan untuk menyelesaikan masalah Palestina. Baik dalam format bilateral maupun multirateral," kata Presiden Rusia Vladimir Putin, dilansir dari kantor berita Rusia TASS, Selasa, 26 Juli 2016.

Senada dengan Rusia, Presiden Cina, Xi Jinping, juga mendukung berdirinya negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur. Berbicara dari Mesir selama kunjungan keduanya di Timur Tengah, Xi mengatakan bahwa masalah rakyat  Palestina tidak boleh dipinggirkan.

Rakyat Palestina berusaha melakukan perlawanan saat militer Israel berusaha merebut lahan pertanian milik mereka. (foto: independent.co.uk)
"Cina mendukung proses perdamaian di Timur Tengah dan berdirinya sebuah negara Palestina dengan ibu kota Yerusalem Timur," kata Xi di Kairo, Mesir.

Pada kunjungan itu, Xi juga mengumumkan akan memberikan bantuan senilai 50 juta yuan atau setara dengan Rp 105 miliar untuk proyek pembangunan listrik tenaga matahari di wilayah Palestina. "Kami juga menekankan pentingnya mengakhiri konflik Palestina-Israel. Perundingan harus ditekankan pada pencapaian kesepakatan damai," ujar Xi.


Palestina Merdeka, Israel Ajukan Sejumlah Syarat

Sebelumnya, pada awal Juni 2016, para Menteri Luar Negeri dari 27 negara menggarisbawahi bahwa keadaan status quo antara Israel dan Palestina saat ini tidak dapat dipertahankan. Mereka pun menegaskan pentingnya agar kedua negara yang bertikai segera ambil langkah dan kebijakan yang menunjukkan komitmen terhadap perundingan, untuk mencapai solusi dua negara (two-state solution).


Menanggapi kecaman dunia internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hari Minggu (14/06), untuk pertama kalinya menyatakan bersedia memberikan kemerdekaan untuk bangsa Palestina, tapi harus memenuhi sejumlah syarat.

Netanyahu dalam pidatonya menyampaikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Palestina, jika ingin lepas dari jajahan zionis itu. Sejumlah syarat itu antara lain, negara Palestina yang dibentuk tidak boleh memiliki militer atau milisi bersenjata. Palestina juga harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi, hal yang telah lama ditolak Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Selain itu, Israel tidak mau memenuhi desakan dunia untuk menghentikan perluasan pemukiman Yahudi di kawasan Palestina yang diduduki Israel. "Perjuangan sejak tahun 1967 sangat sulit untuk memindahkan, mengembangkan, membangun komunitas, institusi dan saat ini hampir 300 ribu orang tinggal di sini, dan kami akan terus melanjutkannya apa pun rencana kami," kata Netanyahu.

Pesawat tempur Israel membombardir kota Gaza, Palestina. (foto: telegraph.co.uk)
Namun, syarat-syarat yang diajukan zionis Israel itu langsung ditolak Palestina, dan menganggapnya sebagai permintaan yang tidak masuk akal. Palestina menganggap, jika permintaan Israel itu dipenuhi, sama artinya dengan memberikan seluruh tanah bangsa Palestina kepada zionis Israel, dan mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya sendiri.

"Saya pikir, dengan dia mengatakan begitu, warga Palestina tidak akan punya negara.
Hari ini, Netanyahu menolak semua ini dan dengan itu dia tidak hanya menghadapi warga Palestina, tapi juga negara Arab dan seluruh dunia. Dia meminta syarat yang mustahil diterima. Karena seluruh dunia mengatakan pada Israel, satu-satunya solusi adalah solusi dua negara, bahwa Palestina semestinya berdiri di Tepi Barat dan Gaza, termasuk Yerusalem.  ujar pejabat tinggi dari lingkungan kepresidenan Palestina, Rafiq al Husseini.

Netanyahu, dalam pidato itu juga memberikan reaksi terhadap pemilihan presiden Iran. Dikatakannya, ancaman terbesar Israel, Timur Tengah adalah kontak senjata nuklir dengan Islam radikal. 


Padahal Israel, satu-satunya negara adidaya nuklir yang terselubung, menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir alih-alih program nuklir sipil. Tuduhan itu disangkal tegas oleh Iran.
Demonstrasi masyarakat dunia mendesak pembebasan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel. (foto: thecorsaironline)

Militer Arab Saudi dan Israel Jalin Aliansi untuk Hancurkan Iran

Merasa memiliki musuh yang sama, Arab Saudi dan Israel memperkuat kerjasama dalam menghadapi Republik Islam Iran. Arab Saudi menyatakan memberikan izin pesawat tempur Israel melintasi wilayah udaranya untuk menyerang Iran. (Foto: Youtube)
TEL AVIV -- Hubungan antara Arab Saudi dengan Zionis Israel saat ini memasuki fase yang sangat 'mesra'. Hal ini disampaikan sendiri oleh para petinggi kedua negara. 

Amos Gilad, mantan Direktur Biro Urusan Politik-Militer Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan bahwa kerjasama Israel dengan Mesir dan negara Teluk sangat unik. Ia juga mengatakan, ini adalah periode terbaik hubungan diplomatik Tel Aviv dengan Arab.

Pada November 2013, menurut radio Israel, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Amir Salman bin-Sultan dan dua pejabat lainnya diam-diam mengunjungi negeri Zionis itu. Perjalanan ke Israel itu juga dilaporkan oleh surat kabar bermarkas di Yerusalem, al-Manar. Dalam berita itu dikatakan informasi soal itu berasal dari sumber-sumber rahasia.

"Delegasi Saudi," kata sumber itu,"menemui pejabat militer Israel dan Bin-Sultan mengunjungi salah satu pangkalan militer Israel ditemani seorang pejabat militer senior."

Radio Israel tidak mengonfirmasi berita dari sumber itu, namun dilaporkan sejumlah surat kabar baru-baru ini sudah banyak melaporkan pertemuan rahasia antara pejabat Saudi dengan pejabat militer Israel. 

Di bulan yang sama koran Iran melaporkan pihak Saudi dan Israel mengadakan pertemuan di sebuah negara di luar negeri. Sejumlah laporan dan pemberitaan media massa itu kian menguatkan hubungan mesra antara Israel dan Saudi.
Raja Arab Saudi saat bertemu dengan petinggi Zionis Israel. (Foto: Istimewa)
Namun jika dikonfirmasi, pihak Saudi kerap membantah tudingan semacam itu meski Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman pernah mengatakan sebaliknya. Dalam wawancara dengan koran Israel Yedioth Ahronoth April tahun lalu dia mengatakan Kuwait dan Arab Saudi merupakan dua dari sejumlah negara Arab yang menjalin hubungan rahasia dengan Israel meski tidak punya hubungan diplomatik.

Liberman menyatakan Jerusalem berhubungan dengan sejumlah negara Islam moderat untuk menggalang persatuan dalam menghadapi ancaman Iran. "Memang ada kontak dan perundingan. Dalam waktu setahun atau 18 bulan lagi semuanya akan menjadi bukan rahasia dan akan dibuka ke publik," kata dia.


Israel juga memberikan bantuan kepada Arab Saudi dan koalisinya dalam menaklukkan Yaman. Sejumlah laporan menyebutkan jet tempur Israel ikut serta dalam penyerangan para pejuang Yaman bersama dengan pesawat tempur Arab Saudi dan koalisinya.

"Ini pertama kalinya pasukan Zionis bergabung dengan koalisi negara Arab," ujar Sekretaris Jenderal Partai Politik Al-Haq, Yaman, Hassa Zayd dalam akun jejaring sosial Facebook, seperti dilansir Global Search, Ahad (29/3).

Dia mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah memerintahkan langsung Angkatan Udara Israel mengerahkan jet-jet tempur mereka buat mendukung serangan Saudi ke Yaman.
Pasukan Kerajaan Arab Saudi saat membombardir Sana'a, ibu kota Yaman, dalam invasi menaklukan para pejuang Yaman. (Foto: Istimewa)
Kerja sama Saudi dan Israel dalam perang Yaman, merupakan puncak kedekatan kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir, di mana para pangeran Kerajaan Saudi dalam sejumlah pidatonya menyambut kerja sama itu dan bahkan mereka menunjukkan lampu hijau untuk menciptakan hubungan ekonomi dan politik dengan Israel.

Di bidang ekonomi, November lalu, Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi menyatakan kesediaannya menjual minyak ke Israel.

"Yang Dipertuan Agung Raja Abdullah (ketika itu) selalu menjadi contoh tentang hubungan baik antara Saudi dengan negara lain." Dan negara Yahudi juga tanpa kecuali," kata Naimi kepada wartawan di Wina

Israel dan Arab Saudi Bahu-membahu Gempur Iran

Pejabat Uni Eropa di Brussels, Belgia, Februari lalu mengatakan kepada stasiun televisi Israel Channel 2, Arab Saudi sudah menawarkan wilayah udaranya untuk dilintasi pesawat-pesawat jet tempur Israel guna menyerang Iran jika diperlukan.

"Pihak berwenang Saudi sudah berkoordinasi penuh dengan pejabat Israel dalam soal Iran," kata pejabat Eropa itu, seperti dilansir Sputnik News, Kamis (26/2).

Jika jet-jet tempur Israel bisa melintasi wilayah udara Arab Saudi maka Negeri Bintang Daud itu bisa menyerang Teheran kapan saja tanpa perlu mengitari Teluk Persia. Channel 2 juga mengungkapkan pasukan intelijen Israel dan negara Arab juga sudah berbagi informasi soal program nuklir Iran.
Pesawat tempur Israel ikut ambil bagian bersama Arab Saudi menggempur rakyat Yaman. (Foto: Istimewa)
Surat kabar asal Inggris The Sunday Times menerbitkan laporan mengejutkan November 2013 lalu. Saudi akan mengizinkan Israel melintasi wilayah udara negeri itu untuk menyerang Iran. Tak hanya itu, Saudi juga akan menyediakan pesawat tanpa awak, helikopter penyelamat, dan pesawat tanker

Penyerangan itu merupakan langkah antisipasi jika pembicaraan di Jenewa, Swiss, antara Negara Barat dan Iran pekan ini gagal memaksa Iran menghentikan program nuklirnya, seperti dilansir surat kabar Haaretz, Ahad (17/11/13).

"Ketika perjanjian Jenewa ditandatangani maka pilihan untuk melancarkan serangan militer akan kembali dipertimbangkan. Pihak Saudi sangat marah dan bersedia mendukung penuh Israel," ujar Times mengutip sejumlah sumber.

Iran: Arab Saudi Segitiga Kekacauan Suriah

Menanggapi sikap Arab Saudi, militer Iran menyebut Amerika Serikat (AS), rezim Zionis Israel dan Arab Saudi sebagai segitiga kejahatan yang membuat kekacauan. Iran juga menilai kesediaan Saudi menginvasi Suriah mencerminkan kegagalan AS.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi. Menurutnya, Washington telah memprovokasi Riyadh agar menginvasi Suriah.

”Menteri Pertahanan AS (Ashton) Carter mendukung dan memprovokasi Kerajaan Saudi untuk berbaris ke (medan) perang (di Suriah). Ini merupakan indikasi bahwa dia bingung. Ini juga membuktikan tanpa keraguan bahwa mereka telah gagal,” kata Firouzabadi pada hari Senin dalam menanggapi pengumuman Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.

Peta rencana serangan pesawat tempur Zionis Israel melalui ruang udara Arab Saudi untuk menyerang Iran. (Gambar: Istimewa)

Terus Menerus Diserang, Militer Suriah Akhirnya Tembak Jatuh Jet Tempur Israel

Pasukan militer Suriah akhirnya bertindak tegas menghadapi sejumlah serangan yang dilakukan pesawat tempur Israel. Suriah menembak jatuh sejumlah pesawat tempur Israel, saat negara zionis itu berencana menyerang konvoi militer Suriah di perbatasan Golan.
"Tampaknya Presiden Suriah menyampaikan pesan ke Komando Utara Tentara Zionis melalui penargetan pesawat Israel. Kali ini rudal menghantam pesawat, namun siapa tahu apa yang akan terjadi di waktu mendatang?"
QUNEITRA -- Kesabaran pemerintah Suriah sepertinya sampai pada batasnya menghadapi sikap 'sok jagoan' militer Israel yang terus saja menerobos wilayah udara Suriah dan bahkan seringkali juga menyerang basis-basis pertahanan pemerintahan Damaskus.

Kini, Suriah bersumpah akan menembak jatuh setiap pesawat tempur negara zionis jika berani menerobos wilayah Suriah. Hal ini dibuktikan militer Suriah saat unit artileri tentara Suriah di dekat Dataran Tinggi Golan telah diserang oleh pesawat tempur Israel. Tanpa basa-basi Suriah pun langsung menembak jatuh pesawat tempur Israel tersebut, sesuatu yang sebelumnya tak pernah dilakukan Suriah sejak terjadinya konflik lebih dari empat tahun lalu.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Suriah mengumumkan beberapa waktu yang lalu bahwa unit pertahanan udara di kabupaten itu dikerahkan di barat daya negara itu dan telah menembak jatuh dua pesawat Zionis Israel di provinsi Quneitra. Tidak ada detail lebih lanjut tentang jenis pesawat tempur dan korban serangan tersebut.


"Sebuah pesawat Israel, yang telah melanggar wilayah udara bagian Barat provinsi Quneitra, dilacak dan ditembak jatuh oleh rudal anti-pesawat Angkatan Darat Suriah pada jam-jam dini hari ini," kata pernyataan Staf Jenderal Suriah.
Peta lokasi ditembak jatuhnya pesawat tempur Israel oleh misil pasukan Suriah. (Gambar: Istimewa)
Sementara di hari berbeda, militer Suriah juga telah menembak jatuh sebuah pesawat pengintai dan drone di dalam wilayah Suriah, saat Israel mencoba menyerang posisi militer di Suriah. Jet tempur Israel, telah jatuh di daerah Quneitra barat dan pesawat tak berawak di daerah yang disebut wilayah Sa'sa yang terletak di Damaskus.

Media resmi Suriah SANA mengutip militer Suriah yang mengatakan bahwa pesawat Israel yang telah masuk ke dalam wilayah Suriah telah terdeteksi dan berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara negara itu saat mereka berusaha melancarkan posisi militer Suriah. Tentara Suriah meluncurkan dua rudal permukaan-ke-udara yang langsung melumat pesawat tempur Israel itu.

"Sementara itu, sebuah pesawat mata-mata tak berawak Israel juga ditembak jatuh oleh tentara Suriah di sisi Barat Sa'asa 'dekat Dataran Tinggi Golan," tambah pernyataan itu.


Setelah Tel-Aviv mendengar laporan tersebut, militer Israel membantah bahwa pesawatnya telah ditembak jatuh di Suriah, dan mengklaim bahwa dua rudal telah ditembakkan dalam serangan udara pada Quneitra namun gagal. Namun, harian Israel, melaporkan bahwa sebenarnya pemerintah Zionis mengakui hal tersebut, mengutip pernyataan seorang petinggi militer Israel.
Pasukan artileri Suriah terus membombardir posisi kelompok teror ISIS. Sebelumnya, keberhasilan ISIS dalam menguasai daerah di perbatasan Dataran Tinggi Golan tak lepas dari bantuan suplai senjata Israel. (Foto: Istimewa)
"Tampaknya Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan pesan ke Komando Utara Tentara Zionis melalui penargetan pesawat Israel. Dengan cara ini, Assad melakukan putaran pertama pembicaraan di era baru antara Israel dan Suriah. Kali ini rudal menghantam pesawat, namun siapa tahu apa yang akan terjadi di waktu mendatang?" kata harian Israel, Maariv.

Sejak terjadinya konflik di Suriah, setiap Israel melakukan penyerangan, militer Suriah hampir tidak pernah membalas, karena memfokuskan seluruh kekuatan mereka menumpas kelompok teror ISIS dan para pemberontak lainnya.


Kelemahan Suriah ini benar-benar dimanfaatkan zionis dengan terus menerus menyerang sejumlah basis pertahanan militer Suriah, dan juga menyuplai bantuan kepada para pemberontak maupun kelompok teror lainnya.

Tapi kini, setelah ISIS mulai hancur dan para pemberontak mulai menyerah, Suriah sepertinya ingin memberikan pembalasan yang menyakitkan kepada Zionis. Bahkan, Presiden Suriah, Bashar Al Assad sudah menyatakan akan membalas setiap serangan yang dilakukan militer Israel, baik kini maupun di masa depan dengan cara yang lebih menyakitkan.

Rakyat Suriah yang sebelumnya mengungsi, sudah mulai kembali ke kampung halamannya di Homs, sesaat setelah pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali wilayah Homs dari ISIS dan kelompok pemberontak lainnya. (Foto: Istimewa)

Iran dan Hamas Semakin Kuat, Israel Tutupi Ketakutan dengan Ancaman Militer

Israel kembali melontarkan ancaman dan sesumbar akan menghancurkan Israel dan para pejuang Hamas dengan kekuatan penuh. (Foto: Istimewa)
"Angkatan Udara adalah puncaknya, dengan peralatan, teknologi, pesawat terbang, dan pilot terbaik di dunia. Dengan kemampuan bertahan dan memiliki kekuatan yang luar biasa,"
TEL AVIV -- Walau mendapat bantuan dan sokongan tanpa batas dari Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Uni Eropa, Israel nyatanya tetap tak bisa tenang dan terus dihinggapi sikap paranoid kepada sejumlah negara di Timur Tengah. Hal ini diperparah dengan fakta semakin kuatnya musuh bebuyutan Israel, yakni kelompok milisi Hamas dan para pejuang Hizbullah.

Iran selalu menjadi yang tertuduh setiap adanya serangan ke negara zionis itu. Sejumlah pengamat internasional menyatakan bahwa Israel bersikap paranoid dan terlalu membesar-besarkan kekuatan militer Iran, serta bertolak belakang dengan kemampuan militer yang dimiliki sekutu AS tersebut.

Baru-baru ini Israel kembali menebar ancaman dengan semakin meningkatnya eskalasi serangan yang dilakukan Hamas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan memperingatkan Iran dan Hamas untuk tidak mengancam keamanan Israel. Netanyahu mengatakan, Tel Aviv mampu mempertahankan dirinya dengan senjata luar biasa.

"Angkatan Udara adalah puncaknya, dengan peralatan, teknologi, pesawat terbang, dan pilot terbaik di dunia. Dengan kemampuan bertahan dan memiliki kekuatan yang luar biasa," ucap Netanyahu.

Netanyahu, sepeti dilansir Sputnik pada Kamis (28/12), menggarisbawahi situasi di wilayah tersebut terus menjadi berbahaya karena ancaman dari kelompok radikal Islam. "Kami adalah sebuah pulau di wilayah badai ini dan memiliki kebijakan yang jelas untuk melindungi keamanan kami," ucapnya.

Misil pertahanan Iron Dome. Sebuah sistem pertahanan udara canggih yang diklaim mampu menggagalkan hingga 90% serangan roket yang dilontarkan para pejuang Hamas ke wilayah Israel. (Foto: Sputniknews)